ISLAM SANGAT TEKANKAN KERUKUNAN DAN PERDAMAIAN

Jakarta, 14 Jumadil Akhir 1434/24 April 2013 (MINA) – Agama Islam sebagai agama terbesar di dunia sangat menekankan kerukunan antar umat beragama seperti yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya.

Hal itu diungkapkan oleh Yahya AL Kindi yang menjadi pembicara dalam Konferensi Internasional  tentang Islam, Peradaban dan Perdamaian di Jakarta, Rabu (24/4).

“Syariat Islam sangat menekankan kerukunan terhadap semua manusia. Nabi kita, Muhammad SAW telah memberi contoh yang terbaik. Para sahabatnya juga memberikan bukti nyata kerukunan antar umat beragama,” kata Al Kindi.

Ulama kharismatik asal Yordania itu menceritakan bagaimana Khalifah Umar bin Al Khatab ketika memasuki kota Al Quds (Yerusalem) yang sebelumnya dikuasai oleh Nasrani Roma, tidak ada pertumpahan darah sedikit pun dan para pendeta dan rahib dilindungi keamanannya.

Umar juga membuat perjanjian perdamaian dengan para pemuka agama di kota Al Quds yang pada saat itu terdapat Agama Yahudi dan Nasrani. “Kita bisa membaca sejarah ketika Umar memasuki kota Al Quds. Suasana perdamaian dan kerukunan antar umat beragama sangat terasa. Tidak ada pertumpahan darah dan pertempuran saat itu. Mereka terlindungi dan terjamin keamanannya,” ungkapnya.

Suasana kerukunan dan perdamaian juga ditunjukkan ketika Abu Ubaidah pada perang Yarmuk. “saat itu, tidak ada korban jiwa dan tidak ada darah yang tertumpah. Perang Yarmuk sangat mengedepankan semangat kerukunan dan perdamaian,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Al Kindi menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dilakukan umat Islam saat ini untuk bisa menciptakan kerukunan dan perdamaian di muka bumi ini. “Pertama, kita harus menjaga lisan dan perbuatan kita dari menyakiti orang lain. Kedua, umat Islam harus berprinsip tidak ada paksaan dalam memeluk Islam, dan ketiga, kita harus punya undang-undang yang mengatur kerukunan itu,” papar Al Kindi.

Dengan ketiga hal itu, Al Kindi yakin masyarakat internasional akan sadar bahwa agama Islam bukan agama yang mengajarkan terorisme dan kekerasan. ”Islam itu agama damai dan mengajarkan perdamaian. Oleh karenanya tidak benar anggapan sebagian masyarakat internasional saat ini yang menganggap Islam itu agama para teroris,” tambahnya lagi.

Konferensi tersebut adalah kerja sama Kementerian Agama RI dengan Kementerian Wakaf Kerajaan Yordania. Dengan mengusung tema peradaban dan perdamaian, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, konferensi itu diharapkan akan melahirkan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat internasional.

Turut hadir dalam konferensi tersebut, para duta besar negara-negara Timur Tengah dan Asia Tenggara, ormas Islam dan LSM dari dalam dan luar negeri. (L/P01/P04/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply