ISRAEL AKUI GUNAKAN BOM FOSFOR PADA PERANG GAZA

Al Quds,(Jerussalem), 17 Jumadil Akhir 1434/26 April 2013 (MINA) – Pihak militer Israel secara resmi mengakui bahwa mereka menggunakan bom yang mengandung fosfor putih dalam operasi militer cast lead  terhadap Gaza pada 2008-2009 lalu.

Hal itu diungkapkan dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (26/4) oleh beberapa situs milik Israel. Maan melaporkan seperti dipantau Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta.

“Pasukan udara Israel berulang-ulang menembakkan bom fosfor putih di daerah-daerah padat penduduk di Gaza selama operasi cast lead 2009,” ungkapnya dalam statement tersebut.

Perang itu menewaskan sekitar 1.400 warga Palestina yang memicu kecaman masyarakat internasional atas pelanggaran hukum internasional dan kekuatan yang tidak proporsional.

Namun, Israel tetap mengatakan apa yang dilakukan pasukannya itu adalah perbuatan sah dengan alasan sebagai balasan terhadap serangan roket para pejuang Gaza, walaupun dua perwira senior angkatan darat Israel akhirnya mendapat teguran keras dari PBB atas keputusannya itu.

Israel sebelumnya juga telah menggunakan fosfor putih ketika dalam perang melawan Libanon pada 2006 silam.

Penggunaan fosfor putih mengundang banyak kontroversi dunia karena dapat menyebabkan korban dari rakyat sipil. Perdebatan juga terjadi mengenai apakah bom fosfor putih ini termasuk senjata kimia yang dilarang atau tidak. Sekarang ini AS dan Israel menggunakan fosfor putih sebagai senjata dalam perang.

Konvensi Jenewa telah melarang penggunaan fosfor sebagai senjata ofensif terhadap warga sipil, namun menggunakan sebagai layar asap penghalau pandangan tidak dilarang dalam hukum internasional.

Meski telah ditetapkan oleh Konvensi Jenewa, materi ini berkali-kali tetap digunakan. Pasukan Inggris dan AS juga menggunakandalam invasi terhadap Irak pada 2003. Penggunaan itu pun menua kritik keras dari belahan dunia, namun tak begitu dihiraukan oleh keduanya.

Hukum internasional telah melarang penggunaan fosfor putih dalam sebuah peperangan, apalagi menyerang daerah padat penduduk.

Tentang Bom Fosfor Putih

Fosfor putih atau White Phosporus (WP) dapat menghasilkan kebakaran dan asap. Fosfor putih dibuat dari allotrope unsur kimia fosfor. Fungsi utama dari bom fosfor adalah untuk menghasilkan asap pelindung yang akan melindungi gerakan dari pandangan musuh, atau agar asal tembakan tidak terlihat oleh musuh.

Fosfor putih (WP) dapat menghasilkan asap dengan cepat begitu meledak. Penggunaan WP ini dikenal umum dalam dunia militer, baik infantry, tank, artileri dan lainnya.

Namun demikian, WP juga memiliki efek samping. WP dapat membakar apapun dengan sangat cepat. WP juga dapat digunakan senjata untuk membunuh tentara musuh, yang akan menyebabkan mereka yang terkena akan terbakar atau bahkan meninggal! WP yang dimasukkan ke dalam bom, misil jarak dekat dapat meledak dan menyebarkan api.

Luka bakar akibat fosfor selalu pada stadium dua atau tiga karena partikel tersebut tetap tidak berhenti terbakar dan menyala meski telah kontak dengan kulit, hingga benar-benar habis. Itu kadang tidak disadari hingga akhirnya luka telah mencapai tulang.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply