ISRAEL LUNCURKAN SERANGAN KE GAZA UTARA

Gaza City, 22 Jumadil Awal 1434/3 April 2013 (MINA) –  Militer Israel pada Selasa pagi (2/4) meluncurkan serangan udara di wilayah Gaza Utara. Menurut sebuah sumber, tidak ada korban jiwa yang meninggal atau cedera, hanya beberapa bangunan saja yang hancur. Al Jazeera dan warnewsupdates melaporkan seperti diterima Mi’raj News Agency (MINA).

Kementerian Dalam Negeri Palestina yang berada di Jalur Gaza mengatakan, pesawat Israel telah membombardir sebuah kawasan terbuka di wilayah utara Gaza. Tidak ada korban yang meninggal atau luka-luka, hanya beberapa bangunan saja yang hancur akibat terkena serangan rudal dari pesawat Israel.

Sementara itu, pihak Israel mengklaim serangan tersebut adalah sebagai balasan atas serangan roket Gaza sebelumnya setelah tersebar informasi kematian seorang tahanan Palestina bernama Maisarah Abu Hamdiah yang meninggal di penjara Israel. Namun Israel tidak memberikan keterangan lebih lanjut kapan serangan dari Gaza itu diluncurkan.

Sejauh ini belum ada kelompok Palestina yang mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan roket tersebut.

Abu Hamdiyeh, salah seorang pemimpin faksi Fatah asal kota Hebron, meninggal di sebuah rumah sakit Israel ‘Soroka’. Ia diduga mengalami  gangguan radang tenggorokan dan setelah di periksa lebih lanjut, ternyata penyakit tersebut adalah sejenis kanker yang telah menyebar sampai ke tulang belakangnya.

Beberapa kalangan menyebutkan bahwa Abu Hamdiyeh hanya di beri obat penghilang rasa sakit saja oleh otoritas penjara Israel.  Keterlambatan dalam pemberian pengobatan medis menjadi alasan utama atas kematian Hamdiyeh.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmud Abbas, dan Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad mengecam Israel atas kelalaian tersebut. “Keterlambatan medis dari pihak Israel telah menyebabkan kematian Abu Hamdiyeh,” kata Abbas.

Peristiwa tersebut merupakan serangan besar Israel ke Jalur Gaza setelah terjadi kesepakatan perjanjian damai antara Israel dan Hamas pada akhir November 2012 silam.

Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan gencatan senjata yang ditengahi Mesir setelah terjadi pertempuran delapan hari yang menewaskan sedikitnya 170 warga Palestina dan enam orang Israel serta ratusan lainnya menderita luka-luka. Antara Israel dan Palestina, memang sudah puluhan kali diadakan kesepakatan perjanjian damai. Namun Israel selalu melanggar perjanjian tersebut dengan berbagai alasan yang mereka atur sedemikian rupa.(T/P04/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply