ISRAEL SETUJUI 120 UNIT PEMUKIMAN DI GIVAT ZE’EV

Al-Quds (Yerusalem), 20 Jumadil Akhir 1434/30 April 2013 (MINA) –  Kementerian Perumahan Israel menyetujui pembangunan 120 unit rumah tambahan di pemukiman ilegal Givat Ze’ev yang berada di wilayah pendudukan Al-Quds (Yerusalem).

Situs berita Israel, News One melaporkan seorang pejabat di Kementerian itu menyatakan Israel telah mengumumkan tawaran untuk pembangunan unit rumah baru.  Rencana tersebut meliputi pembangunan 68 unit, taman bermain dan struktur lainnya, demikian menurut laporan IMEMC yang dikutip oleh Mi’raj News Agency (MINA).

Pada Kamis (25/4), alat berat Israel menumbangkan puluhan pohon di sebuah bukit dekat pemukiman ilegal Jabal Abu Ghneim (Har Homa), sebelah timur Bethlehem untuk membuka jalan baru yang mengarah ke lingkungan pemukiman.

Gubernur Bethlehem, Abdul Fattah Hamayil menyatakan, pelanggaran baru tersebut bagian dari keputusan yang dibuat oleh Dewan Kota Yerusalem dalam membangun unit pemukiman ilegal lainnya di wilayah tersebut.

Peneliti Pemukiman di Institut Penelitian Terapan (Applied Research Institute/ ARIJ), Suheil Khaliliyya menyatakan Israel sedang mempersiapkan jalan yang mengarah dari lingkungan pemukiman C yang mencakup 3000 unit, dan Israel juga berencana untuk membangun 800 unit di tahap pertama.

Lebih lanjut, Suheil menyatakan bahwa dua tahun lalu Israel membangun pabrik penyulingan air “Har Homa C”, sebagai persiapan kemungkinan penambahan pembangunan dan perluasan pemukiman.

Suheil mengatakan fase saat ini termasuk pembangunan dua lingkungan permukiman di daerah yang disebut sebagai daerah C dan D dan setiap dari lingkungan tersebut akan mencakup 3.000 unit.

Proyek ini juga dimaksudkan untuk menghubungkan antara daerah Givat Hamatos, Gilo dan Har Homa. Suheil menambahkan bahwa konstruksi bertujuan untuk mendongkrak pemukiman yang bertujuan mengisolasi Yerusalem dari Betlehem secara efektif dan mencegah terjadinya kesepakatan damai yang akan mengakibatkan merdekanya Palestina dan berdampingan dengan mereka.

Pemukiman Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki, baik di dalam dan di sekitar Yerusalem Timur yang dibangun merupakan pelanggaran Hukum Internasional dan Konvensi Jenewa Keempat yang telah ditanda tangani Israel.(T/P08/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply