ISRAEL TAHAN 330 WARGA PALESTINA PADA MARET 2013

Jakarta, 21 Jumadil Awal 1434/2 April 2013 (MINA) – Pusat Tahanan Palestina (Palestine Prisoners’ Centre/PPC) melaporkan, Otoritas penjajah Israel setidaknya selama Maret menahan sebanyak 330 warga Palestina termasuk sembilan puluh anak, enam perempuan, delapan wartawan dan seorang anggota parlemen.

Dalam laporan bulanan yang dirilis Senin (1/4) tentang penahanan warga  dan kondisi yang dihadapi tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, PPC mengatakan pada bula lalu Israel telah menangkap 300 warga Palestina selama operasi militer di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sebagian besar dari mereka yang ditahan masih di balik jeruji besi.

Juru bicara PPC, Reyad Al-Ashqar, mengatakan pada bulan Maret kemarin telah terjadi peningkatan jumlah anak-anak yang ditahan oleh Israel. 

Menurut laporan PPC yang dikutip oleh MEMO dan dipantau MINA, dari total 90 anak yang dibawa ke penjara Israel, 50 ditangkap di wilayah Hebron selama satu hari. Dari enam perempuan yang ditahan, gadis berumur 14 tahun diinterogasi dengan tidak didampingi orang tuanya atau pengacara selama beberapa jam sebelum dibebaskan.

Anggota parlemen yang terpilih, Ahmed Attoun yang mempunyai kesempatan naik banding atas penahanannya, ditolak oleh pengadilan militer di penjara Israel ‘Ofer’. Ia dimasukkan ke dalam ‘penahanan administratif’ dengan tanpa tuduhan atau pengadilan selama enam bulan. Pengadilan yang sama, menjatuhi hukuman pada sejumlah warga Palestina, mulai dari dua tahun untuk Intissar Al-Sayyad ditambah 60 tahun untuk Ishaq Arafah. Tahanan yang proses pemeriksaannya ditunda adalah dua orang wanita, Ms Al-Sayyad dan Alaa Al-Jaaba.

Al-Ashqar mengatakan wartawan yang ditangkap oleh Israel termasuk Waleed Khalid, dimana telah ditahan selama 18 tahun di balik jeruji besi. Wartawan lainnya yang ditahan dalam kasus menunggu pengadilan, Sharif Al-Rajoub, dijatuhi hukuman 15 bulan penjara. Sementara itu, penahanan Mahmoud Abu-Khader dan Amer Abu-Arafa diperpanjang selama enam bulan.

Dua dari mereka yang ditahan selama bulan Maret, kata PPC, mengalami cacat dan sakit parah, seperti  mantan tahanan Feras Abu-Shokor yang mengalami lumpuh dan tuli, sementara tahanan berusia 16 tahun, Naser Abu-Baker mengalami gagal ginjal.

PPC mencatat puluhan tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel mengalami kesehatan yang semakin memburuk. Saat ini, Maysara Abu-Hamdiyya menjadi pusat perhatian karena menderita kanker dan Israel tidak memberikan perawatan yang layak bagi dirinya. Setelah banyak tekanan, ia akhirnya dirawat di Rumah Sakit Israel ‘Soroka’.

Sementara itu, tahanan Palestina, Mansour Mowqada, menderita Hemiplegia dan hidup pada respirator buatan kini tengah mengalami kritis. Kondisi kesehatan tahanan Palestina lainnya yang megalami kritis, Samer Al-Issawi masih melakukan mogok makan setelah delapan bulan lamanya. Seperti diketahui, seorang tahanan mogok makan, Ayman Sharawneh telah dideportasi ke Jalur Gaza setelah kondisinya parah.

Menurut PPC, otoritas penjajah Israel melakukan langkah-langkah hukum terhadap beberapa tahanan Palestina, menghentikan pasokan air minum ke beberapa penjara dan menolak sejumlah tahanan dari kunjungan keluarga. Kurungan isolasi juga merupakan hukuman yang sering dipakai oleh penjajah Israel untuk menghukum para tahanan Palestina, seperti kepada Sami Asaliyya bersama dengan tahanan Palestina lainnya menjadi korban setelah menjadi subjek serangan kekerasan oleh para penculiknya.

PPC meminta semua organisasi hak asasi manusia untuk ikut campur tangan menghentikan kebrutalan Israel terhadap para tahanan Palestina. (T/P08/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply