ISU PALESTINA WARNAI ACARA PERINGATAN KAA KE-58

Bandung, 10 Jumadil Akhir 1434/20 April 2013 (MINA) – Isu Palestina mewarnai acara peringatan Konperensi Asia Afrika (KAA) ke-58.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia, Wardana, menyatakan Indonesia terus lakukan tindakan nyata dan praktis dalam mendukung bangsa Palestina.

Pernyataan itu disampaikan Wamenlu ketika memberikan sambutan pada Peringatan 58 Tahun Konperensi Asia Afrika (KAA) di Gedung Merdeka, Bandung, Jum’at (19/04).

“Kita telah merayakan KAA selama 58 tahun. Namun demikian masih ada negara di dunia yang hingga saat ini berada di bawah pendudukan asing, yaitu Palestina,” ujar Wamenlu RI, Wardana dalam rilis pers yang diterbitkan situs resmi Kementerian Luar Negeri RI yang dipantau Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu (20/4).

Acara peringatan KAA ke-58 dalam dialog dengan tokoh saksi sejarah dan keluarga besar tokoh KAA 1955 serta Komunitas Sahabat Museum KAA tersebut menghadirkan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, AM. Fachir, serta Duta Besar Palestina, Pakistan, India dan Srilanka sebagai nara sumber.

Dialog itu mampu memberikan pemahaman yang lebih baik lagi kepada para peserta mengenai perspektif beberapa negara termasuk dari Palestina sendiri mengenai relevansi KAA dan upaya bersama untuk mendukung cita-cita kemerdekaan bangsa Palestina.

Untuk itu berbagai upaya diplomasi telah dilakukan Indonesia misalnya melalui Gerakan Non Blok (GNB). Melalui Komite Palestina di GNB, Indonesia telah mengusulkan lima isu utama yaitu merespons secara efektif terhadap kegiatan ilegal Israel; mendukung dan  mempromosikan keinginan Paletina untuk keanggotaan PBB; mempromosikan dan mendukung pengembangan kapasitas kelembagaan Palestina; mendukung rekonsiliasi antara elemen di Palestina; dan cara efektif melibatkan media untuk meningkatkan kesadaran publik tentang perjuangan bangsa Palestina.

Disamping itu melalui Kemitraan Strategis Asia-Afrika Baru (New Asia-Africa Strategic Partnership/NAASP), Indonesia berkomitmen melakukan program pelatihan kepada warga Palestina.

Menyambut Peringatan 58 tahun KAA, Wardana menyatakan, Indonesia berkomitmen mewujudkan prinsip Dasa Sila Bandung dengan menjalankan perannya dalam perdamaian dan keamanan internasional. Partisipasi aktif diwujudkan dalam pengiriman pasukan penjaga perdamaian  yang telah dilakukan sejak tahun 1957 melalui pengiriman Kontingen Garuda I.

Sejak itu, tidak kurang dari 27 kontingen telah dikirimkan. Untuk pembangunan ekonomi global yang adil, Indonesia mengaktifkan Dialog Utara-Selatan dan berhasil membantu meringankan beban utang negara-negara berkembang. Indonesia juga memajukan kerja sama Selatan-Selatan melalui mekanisme penyatuan sumber daya dan pendanaan triangular.

Wardana juga menyinggung tentang hasil KAA tahun 1955 yang menjadi embrio pembentukan GNB tahun 1961. Menurutnya, Indonesia berpartisipasi aktif dengan terus menyuarakan relevansi tujuan GNB. Mengutip pidato Presiden RI pada peringatan 50 tahun GNB Mei 2011, disebutkan bahwa GNB harus berkontribusi untuk pencapaian budaya global perdamaian dan keamanan.

GNB harus mengadvokasi pemajuan politik dan keadilan sosial, penyebaran dan penguatan nilai-nilai demokrasi, dan pemajuan tata kelola pemerintahan yang baik. Selain itu GNB harus menjadi suatu kekuatan bagi kemakmuran global yang adil sehingga tidak ada bangsa yang akan tertinggal dalam pembangunan ekonomi.

Seusai memberikan sambutan, Wamenlu bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Barat kemudian membuka pameran Kain Gendong dan meninjau Braille Corner yang terletak di Museum KAA. Pada kesempatan itu, Wamenlu menyampaikan rasa senang dan bahagia dengan antusiasme warga Jawa Barat dalam mengikuti berbagai program Peringatan 58 tahun KAA. Hal ini merupakan bagian dari upaya melestarikan semangat dari prinsip Dasa Sila Bandung.

Dukungan Nyata Bagi Palestina

Sehari sebelumnya, Kamis (18/4), Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, AM Fachir juga menegaskan perlunya bangsa Indonesia untuk memelihara dan menjaga semangat Dasa Sila Bandung sebagai suatu legacy dari para pendiri bangsa.

“Saat ini masih ada ketidak adilan di dunia dan bangsa yang belum mengenyam kemerdekaan. Sehingga sebagai suatu warisan nilai yang sudah mendunia, Dasa Sila Bandung masih relevan dengan kondisi saat ini,” kata AM Fachir saat membuka secara resmi rangkaian kegiatan untuk memperingati 58 Tahun KAA.

menurutnya, Inti peringatan KAA karenanya adalah memelihara dan menjaga semangat solidaritas kebersamaan negara-negara anggota. Peringatan perlu dilaksanakan untuk mempromosikan nilai-nilai Dasa Sila Bandung kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut adalah Wakil Walikota Bandung, pimpinan Muspida kota Bandung, kepala perwakilan dari negara-negara Asia Afrika.

Dalam penjelasan terpisah kepada media, AM Fachir mengatakan komitmen Indonesia dalam konteks mempromosikan Dasa Sila Bandung di dunia internasional terus dilakukan antara lain dukungan terus menerus kepada bangsa Palestina. Indonesia memilih cara dengan memberikan pelatihan-pelatihan memperkuat SDM Palestina untuk kesiapan mereka mengelola pemerintahan. “Saat ini terdapat  warga Palestina sedang berada di Bandung mengikuti pelatihan bidang Micro-finance,” ujar Dirjen IDP itu. 

Acara peresmian peringatan 58 tahun KAA dimulai dengan prosesi pengibaran 106 bendera negara Asia Afrika oleh anggota Pramuka Kwarcab Bandung. Setelah itu dilakukan parade barisan yang dimulai dengan pasukan berkuda dan Secapa TNI AD kemudian diikuti berbagai komunitas di kota Bandung seperti komunitas mahasiswa asing dari Asia dan Afrika kemudian Penggemar Sepeda ‘Baheula’.

Sementara itu Kepala Museum KAA, Thomas Siregar, menjelaskan kegiatan Peringatan 58 tahun KAA akan dilakukan selama sepekan dan diisi dengan berbagai acara antara lain dialog dengan tema “Bersama para Saksi Sejarah dan Keluarga Besar Tokoh KAA 1955 serta Komunitas Sahabat Museum KAA”.

Dilakukan juga kegiatan Napak Tilas kawasan bersejarah di kota Bandung, acara Asian-African World Music Festival. Beberapa kegiatan yang bersifat sosial juga dilakukan dengan melakukan kegiatan donor darah dan pembersihan sungai Cikapundung. Penutupan direncanakan pada 24 April mendatang dengan melakukan penurunan 106 bendera negara Asia Afrika. (T/P06/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply