JURNALIS MESIR, TARGET UTAMA PENENTANG REVOLUSI

foto: FJP doc

Kairo, 29 Jumadil Awal 1434/10 April 2013 (MINA) – Gerakan wartawan untuk reformasi Mesir (Journalist For Reformation/JFR) menyatakan  pengikut setia rezim Mubarak bertanggung jawab dibalik semua serangan terhadap media dalam kerusuhan yang sedang terjadi baru-baru ini di Mesir paska-revolusi.

Gerakan Jurnalis Untuk Reformasi (JFR) mengecam serangan sadis terhadap Bishoy Wassef, editor dari Koran dan website ‘Al-Shorouk’, di mana wartawan itu mengalami luka tembakan jarak dekat  ketika  terjadi bentrokan di luar katedral Koptik di Kairo, menurut rilis website resmi partai Freedom and Justice Party (FJP) sebagaimana yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA) Selasa (9/4).

 JFR mengatakan wartawan telah menjadi target, baik oleh rezim Mubarak sebelum pelengserannya  maupun loyalis Mubarak setelah revolusi. JFR menyatakan setiap orang yang menentang Mubarak telah menjadi target, semua wartawan, apapun organisasi atau perusahaan tempat mereka bekerja dan apa pun warna politik atau ideologisnya, menjadi sasaran tersebut setelah mereka membantu memicu revolusi atau mendukung selama periode transisi.

JFR menyatakan musuh revolusi bertanggung jawab atas keterlibatan aktif dalam gelombang serangan kekerasan yang ditujukan untuk  menghancurkan struktur sosial bangsa Mesir dan menuntut ‘balas dendam’ terhadap wartawan melalui tentara preman, provokator dan tentara bayaran.

JFR lebih lanjut mengecam lemahnya keamanan dan kepolisian di Mesir dalam menghadapi tindak pidana sistematis yang muncul kembali di setiap peristiwa. JFR menekankan pentingnya tindakan kerjasama Jurnalis  untuk mencari solusi cepat dan definitif  dalam menghentikan pertumpahan darah di negeri piramid itu.

Sebagai kesimpulan, JFR menyerukan Al Azhar dan gereja  serta semua gerakan revolusioner lainnya untuk menyadari kekerasan yang terjadi  antara warga Mesir di dekat katedral Abbasiya di Kairo adalah sesuatu yang dirancang oleh pihak-pihak penentang revolusi atau pendukung rezim Mubarak.

JFR juga menegaskan penargetan masjid dan gereja adalah kejahatan keji, dan upaya untuk menenangkan situasi yang  dilakukan pemuda Muslim dan Kristen mencerminkan sifat sejati dari orang-orang revolusioner Mesir.(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply