KAMRA SIAPKAN AKSI LONGMARCH KE KEDUTAAN BESAR MYANMAR

Jakarta, 19 Jumadil Akhir 1434/29 April 2013 (MINA) – Sekretaris Jenderal Komite Advokasi untuk Muslim Rohingya-Arakan (KAMRA) Bernard Abdul Jabbar mengajak Muslimin untuk bergabung dalam aksi longmarch ke Kedutaan Besar Myanmar, Jumat 3 Mei 2013 mendatang. Aksi longmarch tersebut akan dimulai setelah sholat Jumat yaitu pukul satu sampai dengan selesai, berkumpul di bunderan HI menuju Kedutaan Besar Myanmar.   

“InsyaAllah pada Jumat, 3 Mei 2013 nanti kami siap melakukan aksi, berkumpul di Bundaran HI kemudian longmarch menuju Kedutaan Besar Myanmar, ajak ikhwah dan akhwat lainya untuk bergabung,” katanya kepada Mi’raj News Agency (MINA) Senin pagi, 29 april 2013.

Sebelumnya Bernard Abdul Jabbar selaku sekjen KAMRA, juga menceritakan kepada MINA langkah-langkah yang telah ditempuh oleh KAMRA dalam memperjuangakan Muslim Rohingya di Myanmar, ahad (15/4).

“Kita sudah membentuk KAMRA, dan langkah-langkah yang sudah kita lakukan adalah kita sudah pergi ke Aceh dan membantu para pengungsi Rohingya yang kabarnya akan dideportasi ke Negara asal mereka, kemudian kami melakukan negosiasi kepada pemerintahan setempat, untuk melakukan upaya-upaya agar para pengungsi ini tidak dideportasi” katanya.

Dia melanjutkan, “Dan alhamdulillah mereka sudah ditempatkan dan dievakuasi dari pulau Aceh ke salah satu kecamatan di Aceh Besar. Kami langsung menemui bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah,” katanya. Ia menambahkan bupati akan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk membantu muslim Rohingya yang terdampar di Aceh.

Langkah yang kedua kata Bernard, melakukan upaya pemberian peryataan sikap ke berbagai instansi, kemudian menyebarkan pernyataan sikap KAMRA terkait tragedi yang tejadi di Meiktila, Rangon dan Rohingya-Arakan. 

“Kalau cara-cara diplomatik ini tidak bisa kita lakukan, maka kami akan serukan kepada semua elemen masyarakat Muslim mujahidin untuk berjuang bersama-sama untuk saudara-saudara kita yang ada di arakan,” tegasnya.

Langkah ketiga menurut Bernard yaitu, melakukan upaya-upaya sosialisasi ke media-media. Masih menurutnya, berita-berita tentang penindasan Muslim Rohingya tidak banyak muncul di media massa. “Suatu tantangan bagi kami untuk selalu memberikan berita-berita terbaru tentang saudara-saudara kita di Myanmar,” tegasnya. (L/P04/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply