KARZAI AKUI TERIMA UANG TUNAI DARI CIA

Kabul, 19 Jumadil Akhir 1434/30 April 2013 (MINA) – Presiden Afghanistan, Hamid Karzai mengatakan tim keamanan nasionalnya telah menerima pembayaran dari pemerintah AS selama 10 tahun terakhir.

Karzai mengakui pembayaran tersebut pada Senin (29/4), ketika ia ditanya tentang pemberitaan The New York Times yang menyebutkan CIA telah memberikan Dewan Keamanan Nasional Afghanistan berupa uang tunai senilai puluhan juta dolar ke kantor kepresidenan.

Dalam kunjungannya ke Finlandia, Karzai mengatakan pembayaran bulanan yang diterima tidak berjumlah besar, tetapi hanya sejumlah kecil saja, namun dia tidak mengungkapkan jumlahnya.

Dia mengatakan mereka memberikan bantuan kepada warganya yang sakit, membayar sewa perumahan serta untuk keperluan operasional lainnya.

Dia juga mengatakan bantuan tersebut sangat berguna dan juga sangat berterima kasih, sebagaimana dilansir oleh Aljazeera dan dikutip oleh Mi’raj News Agency (MINA).

Khalil Roman, wakil kepala staf Karzai dari 2002 sampai 2005 menyebut pembayaran CIA tersebut sebagai “hantu uang” yang datang secara rahasia dan diam-diam.

Para pejabat mengatakan uang itu bertujuan untuk mendapatkan pengaruh namun sebaliknya justru memicu korupsi yang merajalela.

Sementara itu, di Washington, juru bicara Gedung Putih Jay Carney menolak untuk mengomentari laporan tersebut ketika ditanya tentang sikap CIA yang juga menolak berkomentar.

Pada 2010, Iran juga mengakui telah mengirimkan dana ke Afghanistan selama bertahun-tahun, namun uang itu hanya untuk membantu rekonstruksi, bukan mencari  pengaruh Karzai.

Presiden Afghanistan menegaskan ia menerima uang tunai sejumlah jutaan dolar dari Iran dan Washington karena kantornya tidak memiliki dana. Pada saat itu, sekretaris pers Presiden Barack Obama, Robert Gibbs, membantah bahwa pemerintah AS berada di balik urusan pemberian tas uang tunai tersebut,” tapi mantan juru bicara Deplu AS PJ Crowley mengatakan sebelumnya bahwa beberapa bantuan Amerika ke Afghanistan berada di kas mereka.

Dalam laporan sebuah media menyebutkan, Amerika Serikat telah lama diketahui menyalurkan uang kepada pendukungnya di Afghanistan, seperti yang pernah terjadi di Irak.

Para pejabat AS juga menegaskan bahwa uang yang mengalir dari Teheran sebagai bukti bahwa Iran memainkan permainan ganda di Afghanistan, merayu pemerintah sambil membantu Taliban melawan pasukan AS dan NATO. Namun, Iran membantah hal itu.

Miliaran dolar bantuan dijanjikan akan diberikan untuk membantu Afghanistan setelah pasukan tempur NATO menarik diri pada tahun 2014, tetapi dengan syarat korupsi dapat dihilangkan. Hal ini karena Afghanistan dinilai telah melakukan Transparasi International sebagai salah satu negara paling korup di dunia.(T/P08/P09/P01)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply