ISRAEL BAYAR KOMPENSASI BAGI KELUARGA KORBAN MAVI MARMARA

Ankara, 22 Jumadil Awal 1434/2 April 2013 (MINA) –  Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc mengatakan, delegasi Israel akan tiba di Turki pada 11 April mendatang untuk melakukan pembicaraan mengenai kompensasi Israel dalam membayar ganti rugi kepada keluarga korban Mavi Marmara.

Arinc mengatakan, pada Rabu besok (3/4), Dia dan Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu akan bertemu dengan keluarga korban di Ankara sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Israel berjanji untuk membayar kompensasi bagi para korban serangan kapal Mavi Marmara menuju Gaza oleh pasukan bersenjata Israel di perairan internasional Mediterania pada Mei 2010 lalu. Insiden itu mengakibatkan setidaknya sembilan warga Turki tewas dan menyebabkan keretakan besar  hubungan  Ankara-Tel Aviv.

Berbicara dalam salah satu Program TV di Turki, Arinc mengatakan Israel akan membayar kompensasi. Hukum internasional seharusnya diberikan kepada Israel sebagimana dalam hukum Turki. Dia mengatakan, kompensasi akan mencakup kerugian dalam bentuk finansial maupun non finansial bagi keluarga korban serta orang-orang yang terluka.  

“Israel ingin membayar kompensasi sesegera mungkin dan kami ingin memecahkan masalah secepatnya ” ujar Arinc. 

Arinc juga mengatakan, Turki tidak menyebutkan berapa jumlah yang diberikan untuk kompensasi, tapi menetapkan apa yang mesti dilakukan oleh Israel. Pada pembicaraan yang difokuskan, Arinc juga menyatakan hal itu bukan masalah yang mudah, Israel meminta maaf untuk kali pertama dalam sejarah dan ingin membayar kompensasi. 

“Ketika negara membayar kompensasi ke negara bagian lain, tuntutan hukum yang sedang berlangsung harus berakhir dengan penarikan penggugat individu” tambah Arinc.  

Permintaan maaf Israel kepada Turki diwakilkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan. Netanyahu meminta maaf kepada rakyat Turki pada 22 Maret dalam percakapan telepon dengan Erdogan.

Sejak peristiwa yang menewaskan sembilan warga Turki oleh pasukan komando Israel yang disebut sebagai tindakan pembajakan di perairan internasional, pemerintah Turki telah bersikeras pada tiga kondisi untuk menjalin kembali hubungan dengan Israel dengan syarat permintaan maaf kepada seluruh korban dan atas nama Turki, kompensasi untuk keluarga mereka yang ditembak dan dibunuh, dan mengakhiri pengepungan Israel atas Jalur Gaza. (T/P08/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply