KENAPA UMAT ISLAM WAJIB BERSATU?

Oleh : MA Rosyid.

Mengharapkan persatuan umat Islam saat ini seperti pungguk yang merindukan bulan. Sebanyak 1,7 miliar umat Islam yang tersebar di dunia ini sudah terlanjur terpetak-petak oleh berbagai hal, mulai dari politik hingga masalah keyakinan. Sebenarnya sudah banyak yang merindukan persatuan di kalangan umat Nabi Muhammad SAW ini sendiri. Tapi berbagai aral kerap melintang sehingga menyebabkan sesuatu yang indah dan fitrah ini, menjadi susah. Ya, memang susah, tapi itu bisa terjadi.

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan ke-hendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al- Baqarah: 213).

Dalam firmannya tersebut di atas, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan fitrah manusia itu adalah umat yang satu, karena perselisihan yang terjadi di antara mereka dan ini merupakan buah dari pemikiran-pemikiran pribadi masing-masing, maka manusia itu pun bercerai berai. Namun, Allah dengan Maha Pengasih-Nya, tidak pernah meninggalkan manusia itu sendiri lemah dan tidak berdaya. Allah kirimkan Nabi-Nabi sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan, Kitab-Kitab sebagai panutan sehingga manusia yang berselisih itu bisa kembali kepada aturan Allah untuk mencapai kehidupan yang baik.

Sudah menjadi maklum adanya, perpecahan umat ini menjadikannya lemah, bagai buih di lautan. Predikat sebagai umat penganut agama terbanyak di dunia tidak bisa membawa Islam sebagai agama yang tegak di dunia.

Kaum Muslim di dunia mengalami banyak ketertinggalan dan penindasan, tidak hanya dalam bidang ekonomi, ketertinggalan pendidikan, bahkan sampai penindasan fisik pun sehari-hari menghiasi ruang media di dunia ini. Di mana-mana, umat Islam tertindas, seperti contoh Irak, Afghanistan, Suriah, Myanmar, dan yang paling parah adalah yang terjadi di Palestina. Kalau yang terjadi semacam ini, lalu di manakah tempat yang mengatakan Islam itu lebih tinggi dari yang tertinggi? Di manakah Islam yang selalu menebar rahmat bagi seluruh alam?

Seperti dalam perumpamaan, sebuah lidi akan sangat mudah dipatahkan, tapi jika disatukan, maka banyak lidi akan bisa menjadi kuat bahkan bisa menjadi sapu yang mampu menyingkirkan sampah-sampah yang ada. Umat Islam yang sendiri, maka akan mudah dikalahkan, tapi jika semua umat Islam bersatu, maka niscaya mereka bisa menjadi kuat dan mampu menyingkirkan aral-aral yang ada.

Ironisnya, persatuan yang kuat itu malah dipraktekkan oleh umat lain. Umat Katolik yang ada di dunia saat ini, sejak awalnya sudah terpimpin oleh satu pimpinan dalam naungan Paus yang selalu memimpin upacara keagamaan mereka maupun kebijakan-kebijakan yang berpengaruh pada umat Katolik. Mereka pun dalam memilih Paus, selalu memegang teguh tata aturan pemilihan Paus yang dilangsungkan di Vatikan.

Fakta Anonymous, Contoh Nyata Persatuan

Kekuatan dalam persatuan bisa kita lihat baru-baru ini, ketika sekelompok peretas internasional yang menamakan dirinya Anonymous telah berhasil membuat negara Yahudi Israel yang sangat congkak dan barbar dalam menjajah negeri para Nabi, Palestina, menjadi kewalahan menghadapi “ulah” Anonymous dalam perang cyber yang mereka lancarkan terhadap Israel. Anonymous mengajak para peretas internasional bersatu menyerang akun media sosial dan situs-situs Israel serta melenyapkan mereka. Terbukti beberapa situs dengan nama domain Israel telah berhasil diubah tampilannya dengan pesan-pesan perlawanan kepada negara Zionis tersebut.

Anonymous telah meluncurkan kampanye #OpIsrael di jaringan sosial menyusul ancaman Israel yang  akan memotong semua hubungan telekomunikasi di Gaza, Palestina. Kampanye #OpIsrael di jaringan sosial ini bertujuan untuk menghapus Israel dari dunia internet. Serangan secara massal tersebut dilaksanakan pada 7 April 2013 lalu.

Kelompok tersebut dengan lantang menyeru para peretas dunia untuk bersatu melawan Israel agar membuat Israel hilang dari internet. Mereka mengklaim, dilihat dari daftar peretas yang bersedia bergabung, termasuk banyak dari kawasan Timur Tengah, serangan ini akan menjadi serangan cyber terbesar yang pernah ditujukan kepada sebuah negara.

Serangan tersebut menimbulkan kecemasan serius dari pemerintah Israel. Sumber resmi pemerintah Israel melaporkan ada sekitar 44 juta jenis serangan unik pada website pemerintah. Website utama negara juga mengalami serangan Penolakan Layanan secara Terdistribusi (Distributed Denial of Service/DDoS), serta data pribadi yang berhubungan dengan pejabat-pejabat Israel. Israel dengan bantuan Amerika yang sangat digdaya dengan perlengkapan militer yang canggih, harus meminta bantuan Prancis dan Amerika dalam menghadapi Anonymous.

Melihat dari beberapa fakta yang ada, sudah saatnya para pemimpin, tokoh dan cendekiawan Muslim yang ada untuk menggalakkan bersatunya 1,7 miliar umat Islam yang ada di dunia. Merekalah yang bertanggung jawab menyatukan umat Islam tanpa ada keinginan-keinginan terselubung yang bisa menjadikan niat kita untuk bersatu ini menjadi rusak dan tidak mendapat ridha Allah.

Jangan sampai kita menunggu adzab Allah datang untuk memaksa kita sebagai umat Islam ini bersatu. Mungkin memang akan terdapat banyak kendala yang kita hadapi untuk menyatukan umat Islam ini, namun dengan semangat ukhuwah Islam, semua akan bisa kita lewati. Sudah saatnya menjadikan perbedaan yang ada bukan sebagai pemecah belah umat, tapi justru sebagai pemersatu umat dan menjadi umat yang satu. (P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply