KEPOLISIAN BAMAKO MALI UNGKAP JARINGAN SEL KELOMPOK ISLAM

Bamako, Mali, 19 Jumadil Akhir 1434/29 April 2013 (MINA) – Sumber kepolisian Bamako mengatakan, Ahad (28/4), bahwa keamanan Mali telah mengungkap sebuah jaringan sel di ibukota Bamako yang dioperasikan oleh salah satu kelompok Islam yang menguasai Mali Utara hingga intervensi militer Perancis yang dipimpin tahun ini, Modern Ghana melaporkan dan dikutip MINA.

Dinas keamanan menangkap tujuh orang bulan lalu ketika mereka menghancurkan jaringan sel milik Gerakan Tauhid dan Jihad di Afrika Barat (MUJAO), sumber Modern Ghana melaporkan.

“Sejak awal minggu ini, kita memiliki bukti formal. Ketujuh orang yang ditahan bulan lalu di lingkungan kelas pekerja di Bamako, membentuk sel pertama MUJAO di Bamako,” kata sumber itu tanpa menyebut nama.

Polisi memperoleh bantuan Intelijen Keamanan Negara Mali yang perannya adalah membongkar jaringan sel kelompok para pejuang Islam.

“Penyelidikan terus berlanjut,” kata sumber polisi tersebut.

Tidak ada rincian tentang di mana tujuh tahanan itu ditahan, tetapi penangkapan itu disebutkan dalam sebuah laporan rahasia yang diketahui oleh seorang wartawan sebuah kantor berita Perancis yang berkonsultasi di Bamako, Ahad.

Laporan itu mengatakan bahwa penangkapan menyebabkan pembongkaran jaringan sel MUJAO di Bamako.

Disebutkan ketujuh warga negara Mali itu berusia antara 16 dan 57 tahun yang semuanya dilatih militer dan ideologis oleh gerakan perlawanan di utara.

“Upaya-upaya infiltrasi di selatan Mali mungkin akan bertambah banyak,” kata dokumen tersebut. “Sel MUJAO yang dibongkar ditujukan untuk melakukan serangan di Bamako.”

MUJAO dan kelompok-kelompok perlawanan bersenjata lainnya, termasuk Al-Qaeda di Maghreb Islam, menduduki kota-kota utama di Mali Utara selama beberapa bulan dan diberlakukan hukum syariat Islam.

Pada Januari, kekhawatiran Selatan terhadap pergerakan  oleh kelompok Islam, membuat Perancis memimpin intervensi militer yang melibatkan pasukan Mali dan Afrika yang berhasil memukul mundur para para pejuang dari kota-kota utama seperti Gao dan Timbuktu.

Tapi para pejuang Islam bersenjata tetap aktif di bagian-bagian tertentu dari wilayah utara yang luas dan berhasil beberapa kali menyusup ke Timbuktu untuk melakukan serangan bom.

Laporan rahasia juga mengungkapkan bahwa seorang pria Perancis bernama Moussa Thiam (24), berada di dalam kelompok Islam. Ia tewas dalam melakukan serangan bom pada 20 Maret di Timbuktu. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply