KHALID MISY’AL TERPILIH KEMBALI MENJADI PEMIMPIN HAMAS

 Gaza City, 22 Jumadil Awal 1434/3 April 2013 (MINA) – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas secara resmi menginformasikan terpilihnya kembali Khald Misy’al sebagai pemimpin Hamas. Hal tersebut disambut baik oleh gerakan perlawanan Palestina, Fatah yang berbasis di Tepi Barat, selasa (2/4).

Terpilihnya kembali Khalid Misy’al (56) sebagai pemimpin Hamas khususnya di wilayah Gaza dengan memastikan jabatan barunya melalui pemungutan suara di Kairo, senin malam (1/4).

“Dewan Syura Hamas mengadakan pertemuan di Kairo untuk memilih pemimpin dan anggota politik,” kata Hamas dalam sebuah siaran persnya yang dikutip Ma’an dan dipantau Mi’raj News Agency (MINA). Hamas menambahkan, kepercayaan politik untuk memimpin gerakan Hamas diterima Khalid Misy’al setelah hasil dari pemungutan suara dewan syura Hamas yang berada di Gaza, Tepi Barat dan luar wilayah Palestina.

Pemilihan pemimpin Hamas tersebut disambut baik oleh pemimpin Fatah Mahmud Abbas yang mengatakan pemilihan itu sebagai langkah positif menuju kemerdekaan.

“Misy’al adalah orang yang pragmatis dan mungkin termasuk orang yang lembut daripada pejabat lain di Hamas,” kata anggota komite sentral Fatah, Mahmud Alul kepada Radio Suara Palestina.

“Hal tersebut dapat membantu mencapai rekonsiliasi Palestina,” tambah Alul.

“Yang kami inginkan adalah yang mampu bergerak maju dalam memimpin Hamas, pemimpin yang bisa memaksakan persatuan politik, Satu pendekatan yang tidak menimbulkan pertentangan antara kedua gerakan terutama dalam hal rekonsiliasi dan permasalahan Palestina secara keseluruhan,” katanya.

Tidak ada reaksi resmi dari pejabat Israel atas pemilihan pemimpin Hamas itu, meskipun Radio publik Israel menjelaskan Misy’al sebagai “pemimpin pragmatis dan berkarisma”.

Sumber Hamas mengatakan Dewan syura Hamas telah memutuskan tokoh yang membantu pemerintahan dibawah kepemimpinan Misy’al yaitu Perdana Menteri Gaza Ismail Haniyah yang akan bertanggung jawab di dalam wilayah Palestina, dan Moussa Abu Marzouq yang akan menangani semua masalah diluar wilayah Palestina.

Khalid Misy’al, lahir di Tepi Barat namun pergi ke pengasingan sebagai seorang pengembara, pertama kali mengunjungi Gaza pada Desember 2012 dimana ia menerima sambutan baik  saat ia menghadiri perayaan berdirinya Hamas  ke-25.

Misy’al masuk dalam tampuk kepemimpinan gerakan Hamas pada tahun 2004 setelah Israel membunuh pemimpin spiritual Hamas Sheikh Ahmed Yassin dan penggantinya Abdelaziz al-Rantissi dalam dua serangan mematikan di Jalur Gaza.

Israel beberapa kali berusaha untuk mengakhiri hidup Misy’al, Ia bertahan hidup dalam upaya pembunuhan di Yordania pada tahun 1997 ketika agen mata-mata Israel  ‘Mossad’ berusaha meracuninya.

Sebelumnya, Misy’al tinggal di Damaskus, Suriah. Tahun lalu, ia berpindah ke Doha, Qatar, memutuskan hubungan dengan rezim Presiden Suriah Bashar Assad yang telah melakukan pembantaian terhadap warganya sejak Maret 2011.

Hamas telah mengalami pemboikotan negara barat sejak Hamas meraih kemenangan atas gerakan Fatah yang telah lama berkuasa dalam pemilihan parlemen Palestina tahun 2006 . (T/P012/P02)

M’iraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply