LANGGAR GENJATAN SENJATA, ISRAEL KEMBALI SERANG GAZA

Gaza City, 18 Jumadil Akhir 1434/28 April 2013 (MINA) – Israel kembali melakukan serangan ke beberapa wilayah Jalur Gaza, Palestina pasca genjatan sejata pada November 2012 lalu.  

Menurut media berbasis di Gaza, Al-Resalah, pesawat-pesawat tempur Israel telah melakukan tiga serangan udara terhadap beberapa sasaran di Jalur Gaza.

Saksi mata warga Palestina mengatakan, pesawat tempur Israel membombardir area di kota Khan Younis dan kota Rafah di Gaza selatan pada Ahad dini hari (28/4).

Pesawat tempur Israel F-16 membombardir tanah kosong milik warga sipil Palestina di dekat wilayah antara kota Rafah dan Khan Younis.

Pesawat-pesawat tempur itu juga membombardir tanah kosong milik warga sipil Palestina di dekat tempat  pelatihan gerakan perlawan Palestina, sebelah barat laut Rafah.

Belum ada korban luka maupun tewas yang dilaporkan.

Pesawat F-16 israel juga menargetkan sebuah fasilitas militer dan dua fasilitas penyimpanan senjata milik gerakan perlawanan Palestina.

Sebelumnya, pada Jum’at malam (26/4), Israel menembakkan beberapa peluru artileri pada tanah warga Palestina di utara Beit Lahiya, Jalur Gaza utara.

Sejumlah kendaraan militer Israel menyerbu daerah yang bebas, Dugit dan menembakkan beberapa peluru di zona bebas di daerah Atatra, Jalur Gaza utara. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Serangan udara Israel baru-baru ini adalah yang pertama sejak perang Israel terhadap penduduk sipil Gaza dan Deklarasi perjanjian gencatan senjata antara gerakan perlawanan Palestina dengan penjajah Israel dengan dimediasi Mesir di bawah pengawasan Arab dan internasional pada November 2012 lalu.

Israel juga memutuskan untuk menutup perbatasan Karem Shalom (Karem Abu Salem) dengan Gaza hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Menurut kantor berita berbasis di Gaza Al-Ray, media Israel mencatat bahwa penmningkatan serangan oleh Israel baru-baru ini terjadi tepat satu pekan setelah sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza meledak di daerah terbuka di daerah Eshkol, tanah Palestina yang dijajah Israel.

Tidak ada korban luka  atau pun kerusakan dalam peluncuran roket itu.

“Saatnya Israel menindaklanjuti kata-katanya dengan tindakan dan bertindak untuk menghentikan serangan roket dari Gaza,” kata Kepala Dewan Daerah Eshkol, Haim Yellin seperti dikutip Al-Ray.

Sementara itu, TV Israel melaporkan, sejumlah senior militer Israel dan analis keamanan percaya bahwa peningkatan  serangan di Jalur Gaza tidak akan berhenti dan mungkin akan menyebabkan serangan militer Israel yang lebih besar.

Langgar Genjatan Senjata

Selain serangan Israel terhadap warga sipil Gaza terjadi baru-baru ini, Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata beberapa kali, pelanggaran itu termasuk pengurangan zona perikanan hingga tiga mil laut, menargetkan nelayan dan petani di dekat perbatasan Gaza dan menutup penyeberangan secara berkala.

Pada Sabtu pagi (27/4), Angkatan Laut Israel menembaki kapal nelayan Palestina di dekat pantai Khan Younis, di bagian selatan Gaza, menyebabkan kerusakan dan memaksa nelayan untuk kembali ke pantai.

“Kapal perang Israel melepaskan tembakan berat pada kapal nelayan Palestina saat bekerja di daerah yang diperbolehkan,” kata Nizar Ayyash, kepala sindikat nelayan Palestina seperti dikutip Al-Qassam.

Dia mengatakan, kapal perang Israel menembak kepada para nelayan Palestina setiap harinya bahkan jika mereka sedang menangkap ikan pada wilayah yang diizinkan oleh penjajah  Israel sejauh tiga mil laut.

Sindikat Nelayan Gaza juga melaporkan, nelayan berada di perairan wilayah Palestina kurang dari tiga mil laut dari pantai Gaza, dan menambahkan bahwa serangan yang sedang berlangsung dan pelanggaran terhadap nelayan oleh penjajah Israel telah merampas satu-satunya sumber kehidupan mereka.

Pada Rabu pagi (24/4), Angkatan Laut Israel menembaki kapal pada sejumlah kapal nelayan Palestina di pantai Gaza, sebuah isu yang memaksa mereka kembali ke pantai tanpa bisa memperoleh ikan hasil tangkapan mereka.

Para nelayan mengeluhkan kelangkaan ikan selama beberapa bulan terakhir setelah mereka dilarang memancing di perairan yang lebih dalam.

Di bawah perjanjian Oslo pada pertengahan tahun sembilan puluhan, warga Palestina diperbolehkan untuk menangkap ikan di wilayah 20 mil laut di lepas pantai Gaza. Tetapi pada 2008, Israel secara sepihak mengurangi dan membatasi daerah penangkapan ikan bagi nelayan Palestina hanya tiga mil laut.

Sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri perang Israel di Gaza pada November 2012, nelayan Palestina diizinkan untuk menangkap ikan dalam waktu enam mil laut di lepas pantai Gaza.

Namun,  tentara Israel terus menyerang para nelayan di daerah yang diijinkan bagi mereka, dan terus memaksakan kebijakannya untuk mengijinkan nelayan Gaza menangkap ikan di wilayah tiga mil laut.

Para nelayan yang berulang kali diserang bahkan di wilayah berjalak tiga mil laut, sebuah isu yang menyangkal menolak mereka, dan keluarga mereka, dari satu-satunya sumber mata pencaharian. (T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply