SUDAN BEBASKAN TUJUH TAHANAN POLITIK

Khartoum, 22 Jumadil Awwal 1434/3 April 2013 (MINA) – Pemimpin koalisi partai di Sudan, Farouk Abu Issa mengatakan, pihak berwenang telah membebaskan tujuh tahanan politik pertama di bawah amnesti presiden.

Para tahanan dibebaskan pada Selasa (2/4), di Khartoum, sehari setelah Presiden Sudan Omar al-Bashir mengatakan semua tahanan politik akan dibebaskan. Enam pria dan satu wanita, merupakan semua anggota aliansi oposisi politik negara itu. Mereka sebagian besar telah ditahan selama tiga bulan.

“Ini adalah langkah maju, tapi kami sedang menunggu langkah-langkah yang lain,” kata Issa yang memimpin koalisi lebih dari 20 partai seperti dilansir Al Jazeera yang dipantau MINA.

Dia mengatakan, ada ratusan tahanan di seluruh negeri masih berada dalam tahanan, termasuk di negara bagian Kordofan Selatan dan Blue Nile di mana gerakan perlawanan telah bertempur melawan pasukan pemerintah selama hampir dua tahun.

Keenam pria tersebut berjalan bebas ke pelukan kerabat mereka yang menunggu di luar penjara Kober di Ibukota Sudan, Khartoum, kata seorang fotografer. Sementara tahanan wanita dibebaskan di tempat yang berbeda.

Issa menuding pihak berwenang menahan beberapa tahanan di sel isolasi.

Dalam pidato pembukaan sesi baru parlemen pada Senin (1/4), Presiden al-Bashir mengatakan semua tahanan politik akan dibebaskan karena pemerintah berusaha melakukan dialog politik yang luas, sebuah langkah yang disambut oleh oposisi seiring meredanya ketegangan dengan Sudan Selatan. 

“Kami mengkonfirmasi bahwa kami akan terus melakukan komunikasi dengan semua kekuatan politik dan sosial tanpa terkecuali, termasuk mereka yang bersenjata, untuk melaksanakan dialog nasional yang akan membawa solusi untuk semua masalah,” kata Bashir. 

Salah satu tahanan yang dibebaskan adalah Youssif al-Koda yang memimpin partai berhaluan Islam, mengatakan, ia siap berdialog jika al-Bashir dalam posisis “serius.” (T/P09/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply