LIBYA SELAMATKAN 89 IMIGRAN AFRIKA DI LAUTAN

 Tripoli, 5 Jumadil Akhir 1434/14 April 2013 (MINA) – Pejabat Angkatan Laut Libya mengatakan, penjaga pantai Libya menyelamatkan 89 imigran ilegal asal Afrika Sub-Sahara dari pelabuhan barat Zawiya setelah kapal mereka rusak dan lima di antaranya meninggal dunia, Sabtu (13/4), Zawiya, Libya.

Juru bicara Angkatan Laut, Kolonel Ayub Omar Gacem mengungkapkan, seorang nelayan mengatakan kepada pihak berwenang, sebuah kapal yang membawa imigran ilegal telah terapung dilautan selama lima hari. Patroli penjaga pantai dikirim untuk menyelamatkan mereka, seperti dilansir Ahram Online yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Para imigran mengatakan kepada tim penyelamat, lima orang telah meninggal saat perahu mereka terkatung-katung di lautan, dan mereka telah membuang mayatnya di laut.

“Beberapa imigran dibawa ke rumah sakit saat mereka tiba di darat, sementara yang lain menerima perawatan medis di tempat,” kata Gacem.

Gacem menambahkan, insiden itu adalah insiden kedua selama dua pekan. Sebelumnya penjaga pantai Libya menyelamatkan 34 orang lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak di lepas pantai barat.

Selama bertahun-tahun, Libya telah menjadi titik transit bagi imigran, sebagian besar dari Afrika Sub-Sahara yang ingin melakukan perjalanan ke Eropa.

Hari Jum’at sebelumnya, penjaga pantai Italia mengatakan mereka telah menyelamatkan 213 imigran yang memakai dua perahu motor.

Sejauh ini, Italia sudah menyelamatkan 650 imigran ilegal di tahun ini, di lepas pantai pulau kecil Lampedusa, pulau terdekat Italia ke Afrika.

Afrika Sub-Sahara

Afrika Sub-Sahara, secara geografis, wilayah benua Afrika yang terletak di selatan Sahara. Secara politis, terdiri dari semua negara-negara Afrika yang sepenuhnya atau sebagian terletak di sebelah selatan Sahara (termasuk Sudan).

Kontras dengan Afrika Utara, yang dianggap sebagai bagian dari dunia Arab. Somalia, Djibouti, Comoro dan Mauritania secara geografis merupakan bagian dari Afrika Sub-Sahara, tetapi juga bagian dari dunia Arab.

Pada umumnya, Afrika Sub-Sahara adalah wilayah termiskin di dunia yang diakibatkan oleh warisan penjajahan kolonial, neokolonialisme, konflik antar-etnis, dan perselisihan politik. Wilayah ini terdiri dari banyak negara-negara paling terbelakang di dunia.

Afrika Sub-Sahara merupakan tempat dari banyak kekaisaran dan kerajaan, termasuk Nubia, Axum, Wagadugu (Ghana), Mali, Nok, Songhai, Kanem-Bornu, Benin, dan Zimbabwe Raya. (T/P09/P02)

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply