MAHFUD MD : JANGAN JADIKAN POLITIK SEBAGAI AJANG KORUPSI

 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD berbicara saat peringatan hari ulang tahun GP Ansor di Jakarta, Sabtu (20/4). (Foto : MINA)

Jakarta, 11 Jumadil Akhir 1434/21 April 2013 (MINA) – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengingatkan kepada para pelaku politik agar tidak menjadikan politik dan kekuasaan sebagai ajang korupsi dan penindasan.

“Saya sampaikan hal ini kepada para politikus dan pemangku jabatan untuk tidak menggunakan politik dan jabatan yang telah diamanahkan kepadanya sebagai ajang untuk melakukan korupsi dan penindasan kepada rakyat,” katanya saat peringatan hari ulang tahun GP Ansor di Jakarta, Sabtu (20/4).

Mahfud juga memperingatkan, tanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sangat berat. Bagi para pelaku korupsi, mereka akan menanggung kerugian dunia dan akhirat.

“Akan sangat berat tanggung jawab di hadapan Allah kelak jika seseorang melakukan korupsi. Dia mengira akan untung di dunia, padahal kerugian yang besar akan dia alami di dunia dan akhirat” ungkapnya.

Ulama asal Madura itu mengambil statemen dari tokoh pembaharuan Pakistan, Muhammad Iqbal yang mengatakan politik itu sangat kejam dan sering dijadikan sebagai ajang korupsi dan penindasan oleh para pemangku jabatan.

Mahfud juga mengungkapkan, selain Muhammad Iqbal, ada tokoh lain yang mengungkapkan hal yang sama tentang politik. Muhammad Abduh, dalam bukunya mengatakan bahwa ia berlindung diri dari kejelekan politik dan para pelakunya.

Oleh karenanya, Mahfud berpesan kepada generasi muda Muslim untuk berhati-hati terhadap politik. Jangan sampai kesucian niat jihad dan dakwah ternodai oleh virus politik dan segala tipu dayanya.

“Saya berpesan kepada pemuda Islam untuk berhati-hati dengan politik. Tidak sedikit, aktifis Muslim yang ketika terjun di panggung politik, dia terlena oleh jabatannya dan terjerat kasus korupsi, sehingga menodai kesucian niat dakwah dan jihadnya,” tambahnya.

Dalam acara dengan tema “Revitalisasi Tradisi, Memperkokoh Kebhinekaan dan Mengentaskan Kemiskinan” itu, hadir pula ulama kharismatik sekaligus sastrawan Muslim Mustofa Bisri, ulama asal Madura Zawawi Imron, dan Menteri perdagangan Gita Wirjawan.  (L/P04/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply