MUI JATENG DUKUNG KURIKULUM 2013

Semarang, 20 Jumadil Awal 1434/1 April 2013 (MINA) –  Ketua MUI Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji mengatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menyatakan sikap mendukung pelaksanaan kurikulum 2013.

“MUI Jawa Tengah mendukung kurikulum 2013,” kata Ahmad pada Halaqah MUI Jawa Tengah di Aula Kampus I IAIN Walisongo, Sabtu (30/3).

Kontribusi dan masukan dari para ulama mampu meningkatkan peran pendidikan agama untuk memperkuat akhlak yang mulia untuk generasi penerus bangsa, tambah Darodji.  

Menurut rilis website resminya yang dipantau MINA, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh mengatakan dalam acara Halaqah tersebut, tujuan pendidikan Indonesia merupakan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Halaqah tersebut diselenggarakan oleh MUI Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan IAIN Walisongo Semarang. Halaqah kali ini mengusung tema “Penguatan Pendidikan Agama dan Keagamaan Bagi Kurikulum Pendidikan Nasional 2013”. Turut hadir dalam Halaqah itu, Gubernur Jawa tengah, Bibit Waluyo.

Program Bidikmisi Diperluas Bagi Pendidikan Profesi

Sementara itu, dalam acara yang berbeda, Mohammad Nuh juga menyatakan program beasiswa Bidikmisi untuk mahasiswa perguruan tinggi pada 2014 akan diperluas mencakup program pendidikan profesi.

“Ada yang baru dalam Bidikmisi. Tahun depan akan dialokasikan dalam program profesi,” kata Nuh di sela-sela penerimaan mahasiswa khusus yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Semarang, Sabtu (30/3).

“Mahasiswa lulusan fakultas kedokteran tentunya membutuhkan kelanjutan pendidikan program profesi untuk menjadi seorang dokter. Untuk itu, pendidikan profesi mereka juga akan difasilitasi dengan beasiswa Bidikmisi, terutama bagi mahasiswa dari keluarga yang tidak mampu”, Ujar Nuh.

“Lulusan fakultas kedokteran,dengan gelarnya S.ked dan perlu melanjutkan program profesi dokter. Program profesi seperti inilah yang nantinya juga dialokasikan akan mendapat beasiswa dari Bidikmisi, Demikian pula dengan lulusan fakultas pendidikan yang menjadi calon guru, tidak bisa mengajar sebelum mengikuti sertifikasi dan program profesi guru sehingga akan difasilitasi Bidikmisi.” lanjut Nuh.

Bidikmisi merupakan salah satu program afirmatif yang tertuang dalam Undang-Undang Pendidikan Tinggi. Dengan demikian, nantinya tidak lagi tergantung menteri atau siapa pun karena sudah menjadi amanat perundangan.

Nuh menambahkan, beasiswa bidikmisi tahun ini akan dialokasikan  50 ribu untuk angkatan baru. “Mudah-mudahan dengan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) perubahan, alokasinya bisa ditambah,” tambah Nuh.

Dengan ditambahnya alokasi beasiswa Bidikmisi, sebanyak 50 ribu penerima tahun ini, maka hingga sampai saat ini sudah ada sekitar 142 ribu mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Ia menyebutkan pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,4 triliun beasiswa bidikmisi.

Beasiswa tersebut akan dialokasikan kepada mahasiswa yang kurang mampu melanjutkan studinya diperguruan tinggi dan tidak mampu tetapi memiliki prestasi akademik. (T/P012/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply