MUSLIM MALAWI MEMERANGI AIDS MELALUI AL-QUR’AN

Mchinji, Malawi, 7 Jumadil Akhir 1434/16 April 2013 (MINA) – Muslim Malawi melakukan kampanye memerangi virus HIV/AIDS melalui Al-Qur’an dengan mengadakan pertemuan Organisasi Perempuan Muslim di Central Region yang berlangsung di kabupaten Mchinji, Malawi, Afrika Selatan pada Senin (15/4).

“Al-Qur’an mengajarkan kita bagaimana menghadapi masalah apapun yang menimpa kita, termasuk masalah HIV/AIDS. Jadi, bagi kita mengadakan pertemuan untuk kaum perempuan dengan berusaha untuk saling mengingatkan apa yang dikatakan Al Qur’an dan bagaimana kita berurusan dengan wabah ini,” kata Khadijah Hamdan, anggota eksekutif organisasi seperti dilansir ABNA yang dipantau MINA.

Dia mencatat, selama beberapa tahun, sarjana dan guru telah menangani isu-isu AIDS dari perspektif agama, namun virus HIV terus menyebabkan kerusakan pada pria Muslim, perempuan, dan anak-anak.

“Penyakit ini hanya bisa berakhir jika kita mengikuti ajaran Islam, ajaran Islam tidak mengizinkan prostitusi dan perilaku amoral lainnya,” Katanya.

Hamdan menyatakan, sebagian besar penduduk Malawi menerima kenyataan bahwa AIDS telah membawa banyak masalah dan penderitaan. Malawi memiliki sejumlah anak yatim dan janda yang membutuhkan perawatan dan itu adalah tanggung jawab semua umat Islam untuk merawat mereka.

HIV/AIDS telah menghancurkan banyak keluarga di Malawi. Statistik UNICEF menunjukkan, memperkirakan sekitar 920000 orang di Malawi hidup menderita virus yang bernama Human Immunodeficiency Virus itu. UNICEF juga melaporkan, jumlah perempuan Malawi berusia 15 tahun ke atas yang menderita HIV adalah 470.000. sementara sekitar 120.000 anak dikatakan positif HIV.

Badan anak-anak untuk PBB juga memperkirakan, sekitar 650.000 anak menjadi yatim piatu akibat HIV/AIDS dan lebih dari 100.000 anak menjadi yatim piatu karena AIDS dan faktor lainnya yang digabungkan.

Menurut Komisi Nasional penanggulangan Aids (National Aids Commission/NAC) memperkirakan sekitar 110.000 infeksi baru terjadi setiap tahunnya dengan 46 persen terjadi di kalangan anak muda antara usia 15 dan 24 tahun. Enam puluh persen dari infeksi baru terjadi di kalangan wanita.

Hamdan, menyalahkan hal tersebut terjadi atas peningkatan tinggi di antara perempuan terhadap kemiskinan. Dia mengatakan, dengan tingkat kemiskinan yang tinggi di kalangan perempuan, seperti yang ditunjukkan oleh statistik, kemungkinan sebagian besar perempuan mengindahkan panggilan dari Al-Qur’an untuk menjauhkan diri dari melakukan kemaksiatan.

Tapi sebagai Muslim, katanya, perempuan sangat bertanggung jawab dan siap untuk membantu pasangan mereka dalam memerangi penyakit. “Melalui Al-Qur’an kita akan mampu mengajar satu sama lain tentang cara terbaik untuk mengatasi masalah HIV / AIDS,” tegasnya.

Hamdan menjalankan pusat perawatan panti asuhan di Salima dan membantu para janda dan perempuan yang putus sekolah. Dia percaya bahwa perempuan membutuhkan dukungan dari semua orang untuk berhasil dalam mengarungi hidup. Sejumlah perempuan telah kembali mendapatkan pengajaran di sekolah melalui program Organisasi Perempuan Muslim Malawi.

“Ini juga salah satu cara untuk membuat wanita menyadari HIV/AIDS. Jika mereka belajar membaca dan menulis mereka akan diberdayakan dengan pengetahuan dan keterampilan untuk melawan penyakit,” katanya.

Wakil ketua Asosiasi Muslim Malawi, Syeikh Ibrahim mengatakan, perempuan memainkan peran kunci dalam memerangi HIV/AIDS dan pada saat yang sama mereka adalah kelompok yang paling rentan dalam masyarakat.

Ia mengatakan, perang melawan HIV/AIDS adalah tanggung jawab semua orang, tetapi sebagai Muslim harus mempertanyakan mengapa penyakit itu terus meningkat meskipun semua pesan dan intervensi dilakukan.

Dia menyatakan, pantangan adalah salah satu cara terbaik dari pencegahan penyakit tersebut. Selain itu, pasangan menikah harus saling setia.

Bagi mereka yang sudah mengidap penyakit ini, mereka tidak boleh putus asa, karena Allah mengasihi mereka. Sebagai Muslim, Al-Qur’an mengajarkan bahwa “kita harus baik kepada semua orang yang membutuhkan dan membantu mereka jika kita bisa,” tambahnya. (T/P014/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply