MANTAN EKSTRIMIS BELANDA KUNJUNGI MASJID NABAWI

Madinah, 14 Jumadil Akhir/23 April 2013 (MINA) – Mantan anggota sayap kanan Belanda, Arnoud Van Doorn mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah untuk berdoa dan menyampaikan permintaan maaf karena pernah menjadi bagian dari pembuat Film ‘Fitna’ yang didalamnya berisikan hinaan, melecehkan, menghujat dan memprovokasi umat Islam.

Doorn adalah salah satu pemimpin Partai Kebebasan yang memproduksi film yang berisi penghujatan umat Islam, Fitna. Pada bulan lalu, dia telah menyatakan keislamannya setelah melakukan studi ekstensif tentang Islam dan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam.

Mantan salah satu pendukung Islamophobia atau prasangka buruk terhadap umat Islam itu mengatakan, kemarahan di seluruh dunia terhadap Film Fitna membuatnya belajar tentang Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam  dan akhirnya menyebabkan ia melakukan pertobatan.

Seperti dikutip dari kantor berita IINA, Senin (22/4), Doorn menuju Makkah untuk melakukan umrah setelah bertemu dengan dua imam dari Masjid Nabawi, Sheikh Ali Al-Hudaifi dan Sheikh Salah Al-Badar, yang telah membuka fikirannya tentang bagaimana menjadi Muslim yang baik dan menghadapi tantangan beragama Islam di Barat.

Sebelumnya, Doorn juga mengumumkan keislamannya melalui profil akun sosial media Twitter-nya. Dia juga menulis tweet dalam bahasa Arab menyatakan, Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.

Pada awalnya, para pengikutnya di twitter menganggapnya sebagai lelucon, untuk menegaskannya ia secara pribadi menulis surat resmi kepada walikota mengenai keislamannya.

Baru-baru ini, politisi tersebut mengajukan permohonan resmi kepada walikota untuk memungkinkan dia melakukan shalat wajib bagi umat Islam selama jam kerjanya. “Aku mengerti, Ini adalah keputusan yang sangat besar, yang saya tidak bisa anggap enteng,” ujar Doorn.

“Orang-orang terdekatku tahu bahwa saya telah aktif meneliti Alqur’an, Hadis, Sunnah, dan tulisan-tulisan lainnya selama hampir satu tahun. Selain itu, saya telah berdiskusi dengan banyak Muslim tentang agama Islam,” jelasnya.

Didorong oleh wacana anti-Islam partainya, Doorn memutuskan untuk menggali lebih dalam untuk mengetahui apa itu Islam. “Saya telah mendengar begitu banyak cerita negatif tentang Islam, tapi saya bukan orang yang mengikuti pendapat orang lain tanpa melakukan penelitian saya sendiri,” katanya.

“Karena itu, saya telah benar-benar mulai untuk memperdalam pengetahuan saya tentang Islam karena penasaran,” tambah pria berusia 46 tahun tersebut.

Ketika ditanya apakah ia sekarang menyesal bergabung dengan Partai Kebebasan, dia menjawab, dirinya telah belajar bahwa setiap pengalaman dalam hidup memiliki tujuan. Namun, dengan pengetahuan yang dia miliki saat ini, dirinya pasti membuat pilihan yang berbeda. Sebagai politisi Belanda, menemukan Islam akhirnya menuntun dia ke jalan yang benar dalam hidupnya.

Doorn begitu menyesali apa yang telah ia lakukan, “Saya telah membuat kesalahan dalam hidup orang lain. Dari kesalahan-kesalahan ini saya telah belajar banyak,” kata Doorn. “Dan dengan kepindahan saya untuk memeluk agama Islam, saya memiliki perasaan bahwa saya akhirnya menemukan jalan saya. Saya menyadari bahwa ini adalah awal yang baru dan saya harus banyak belajar juga.,” tambahnya. (T/P05/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply