MENLU IRAN BANTAH AKTIVITAS AL-QAEDA DI NEGARANYA

Teheran, 14 Jumadil Akhir 1434/24 April 2013 (MINA) – Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi membantah klaim polisi Kanada tentang aktivitas Al-Qaeda di Iran dan menegaskan bahwa tuduhan tersebut konyol, Selasa (23/4), Teheran, seperti yang dilaporkan Fars News Agency dan dikutip MINA.

Sebelumnya polisi Kanada menyatakan, Senin (22/4), bahwa dua orang yang diduga merencanakan menggelincirkan kereta penumpang, dibimbing oleh unsur-unsur Al-Qaeda di Iran, tapi tidak ada bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Polisi Kanada mengatakan tidak ada alasan untuk percaya bahwa plot serangan disponsori oleh negara,  berarti pemerintah Iran tidak terlibat. Polisi Kanada tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai dugaan keterlibatan unsur-unsur Al-Qaeda di Iran.

Dalam tanggapannya, Salehi mengatakan kepada wartawan di sela-sela pertemuan rezim hukum Laut Kaspia di Teheran, bahwa pernyataan tentang kegiatan al-Qaeda di Iran adalah klaim paling konyol yang pernah ia dengar.

“Al-Qaeda di Iran, itu adalah kebohongan belaka, kebohongan skandal yang mengejutkan saya,” kata Salehi.

Salehi meminta pemerintah Kanada untuk menghormati kekuatan opini publik tentang hikmat dan pengertian. Sementara itu, Los Angeles Times mengutip pernyataan Barbara Slavin, seorang senior di Dewan Atlantik.

“Ini terus terang tidak terhitung bagi saya,” kata Slavin. Iran dan Al-Qaeda memiliki hubungan dingin, menurut Slavin dan para ahli lainnya, laporan tersebut menambahkan.

Iran mayoritas Syiah, sementara Al-Qaeda tegas Sunni. Di Suriah, Al-Qaeda telah terjun ke medan bersama pejuang oposisi, sementara Iran telah mendukung Presiden Bashar al-Assad.

Harian Amerika menambahkan bahwa Iran juga telah mengkondisikan anggota Al-Qaeda di negara itu di bawah tahanan rumah. Dokumen yang disita dari Osama bin Laden di persembunyiannya di Pakistan dan dirilis tahun lalu, menyarankan perselisihan antara keduanya. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply