PEMBEBASAN AL AQSA AGENDA MUSLIMIN SEDUNIA

 

Panglima Komando Laskar Islam, Munarman. Jakarta, 5 Jumadil Akhir 1434/14 April 2013 (MINA)

Jakarta, 5 Jumadil Akhir 1434/14 April 2013 (MINA) – Panglima Komando Laskar Islam, Munarman, mengatakan, pembebasan Masjid Al Aqsa dari tangan  Israel adalah agenda dari setiap Muslim di dunia.

“Pembebasan Masjid Al Aqsa dari tangan Zionis Israel adalah agenda dari setiap Muslim di dunia,” kata Munarman kepada MINA di Jakarta, Ahad (14/4).

Menurutnya, Palestina adalah suatu wilayah terdepan pertempuran pada akhir jaman, dimana pembebasan Al Aqsa itu menjadi sebuah kemenangan simbolik umat Islam.

“Jadi bukan hanya konteks pembebasan wilayah Palestina dari tangan israel kemudian untuk mendirikan negara Palestina, akan tetapi berdasarkan dalil, Palestina adalah suatu wilayah terdepan pertempuran dimana pembebasan Al Aqsa itu menjadi sebuah kemenangan simbolik umat Islam terhadap kaum kuffar” katanya.

Masjid Al-Aqsa dikontrol sepenuhnya oleh penjajah Israel sejak tahun 1967. Hingga kini, Israel masih memberlakukan pembatasan bagi umat Muslim di bawah umur 50 tahun memasuki Masjid Al-Aqsa. Bahkan, seluruh Muslim Palestina di Gaza tidak diperbolehkan masuk ke kiblat pertama Umat Islam itu.

Masjid Al-Aqsa merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat Islam. Hal ini terkait dengan peristiwa Isra ‘Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu’ Alaihi Wa Salam. Nabi ketika  itu naik ke Sidaratul Muntaha melalui Masjid Al-Aqsa.

Kunjungan ke RSI di Gaza

Kemudian Panglima Komando Laskar Islam ini menceritakan perihal kunjungannya ke Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, kunjunganya ke RSI Gaza yang diprakarsai oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bekerja sama denga pemerintah Palestina adalah sebagai bentuk silaturahmi dengan relawan dan Muslimin Indonesia yang berada di sana.

“Saya berangkat dan bersama dengan tim MER-C, dan alhamdulillah saya sempat menginap di RSI Gaza dan saya sudah bertemu dengan saudara-saudara kita disana dan beberapa Muslim Indonesia yang menetap di wilayah Palestina itu,” katanya.

 “Mengenai RSI Gaza tentunya bagus sekali. Tentunya RSI ini akan sangat bermanfaat untuk penduduk Palestina. Apabila nanti peralatannya sudah ada dan sudah bisa beroperasi itu akan sangat membantu kegiatan pertolongan terhadap korban-korban perang dari kebiadaban Zionis Israel,” tambahnya

Dalam proyek pembangunan RSI di Gaza, bekerja 32 relawan Indonesia dari berbagai keahlian pekerjaan, mulai dari tukang batu, ahli listrik, ahli air, mahasiswa hingga insinyur sipil. Seluruh relawan berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah berpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat sebagai mitra dakwah dan ukhuwah MER-C.

Rumah sakit ini menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina dimana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. (L/P04/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply