MURSI USULKAN INISIATIF PENYELESAIAN KRISIS SURIAH

Moskow, 9 Jumadil Akhir 1434/19 April 2013 (MINA) – Presiden Mesir, Muhamad Mursi dalam wawancara dengan media Rusia, Itar-Tass, mengusulkan sebuah inisiatif yang  menurutnya mampu menyelesaikan krisis di Suriah.

Presiden sebelumnya mengusulkan pembentukan kelompok kuartet termasuk Mesir, Turki, Arab Saudi, dan Iran untuk merundingkan solusi konflik, tetapi dalam wawancara, Mursi mengusulkan memperluas inisiatif untuk memasukkan Rusia, Qatar, Cina, dan Uni Eropa.

“Kita harus bertindak cepat, karena darah rakyat tumpah setiap hari,” katanya, menambahkan krisis Suriah mempengaruhi wilayah seluruh dunia, media Mesir Ahram melaporkan.

Lebih dari 70.000 jiwa telah meninggal dalam upaya pelengseran Bashar Al-Assad sejak 2011. Pemerintahan yang dipimpin Assad telah melakukan kekerasan yang keji di mata internasional, menurut aktivis internasional.

Menurut organisasi hak asasi Suriah (Syrian Network for Human Rights/SNHR) melaporkan pada Kamis (18/4) saja terdapat 111 korban yang meninggal di Suriah, termasuk 13 anak, 7 wanita, 3 orang disiksa sampai  meninggal, dan 42 adalah pihak tentara oposisi.

Mesir menyerukan Assad untuk mundur, sementara Rusia mendukung Presiden Suriah itu dan mengatakan menolak intervensi militer asing meskipun selama ini media-media melaporkan Iran, Rusia, dan Israel telah ikut membantu persenjataan pemerintah.

Mursi melakukan kunjungan dua hari ke Moskow untuk bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Mursi bersama tim berangkat pada Kamis pagi (18/4), Ahram melaporkan.

Pada kunjungan pertamanya sebagai presiden Mesir, Mursi  bersama beberapa menteri  Mesir membahas investasi, bensin, pertanian, listrik, dan energi dengan menteri Rusia. (T/P03/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply