MUSHARRAF RESMI DITANGKAP DALAM KASUS PEMBUNUHAN BENAZIR BHUTTO

Islamabad, 16 Jumadil Akhir 1434/26 April 2013 (MINA) – Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf secara resmi ditangkap karena dugaan berperan dalam kasus pembunuhan mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto, Kamis (25/4), Islamabad, Press TV melaporkan dan dikutip MINA.

“Hari ini Badan Investigasi Federal (Federal Investigative Agency/FIA) resmi menahan Jenderal Musharraf dalam kasus Benazir Bhutto,” kata jaksa penuntut Chaudhry Azhar, Kamis.

Musharraf akan tetap di Chak Shahzad, rumah kediamannya di tepi Islamabad, di mana dia sudah dalam tahanan rumah selama dua minggu karena keputusannya memecat hakim dalam tindakan kerasnya terhadap pengadilan pada 2007.

Dia dijadwalkan tampil di pengadilan anti-teroris di kota Rawalpindi dekat Islamabad, Jumat (26/4).

Penangkapan mantan penguasa militer itu terjadi satu hari setelah pengadilan Pakistan menolak memperpanjang jaminan Musharraf sehubungan dengan pembunuhan mantan perdana menteri.

Bhutto tewas dalam serangan senjata dan bom pada Desember 2007, saat dia meninggalkan kampanye pemilihan di kota garnisun Rawalpindi.

Kasus Bhutto adalah kasus kedua dari tiga kasus Musharraf yang kembali ke pemerintahannya 1999-2008. Ia juga dituduh dalam kasus yang berkaitan dengan kematian seorang pemimpin Baluch selama operasi militer 2006.

Human Rights Watch (HRW) telah meminta pemerintah Pakistan menahan Musharraf yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang luas dan serius yang dilakukan ketika ia menjadi presiden.

Mantan jenderal angkatan darat itu, yang meraih kekuasaan dalam kudeta tak berdarah Oktober 1999, mengundurkan diri pada Agustus 2008 sebagai presiden negara ketika sekutu-sekutunya kalah pemilihan parlemen pada Februari 2008. Dan juga pemerintahan baru mengancamnya dengan impeachment. Setahun kemudian, ia meninggalkan negara itu.

Bulan lalu, Musharraf kembali ke rumah, setelah hampir empat tahun pengasingan di London dan Dubai, untuk mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen yang dijadwalkan diselenggarakan pada 11 Mei. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply