MUSLIM AFRIKA SELATAN KECAM TAYANGAN PORNOGRAFI

Cape Town, 29 Jumadil Awal 1434/10 April 2013 (MINA)  – Komunitas muslim di Afrika Selatan yang tergabung dalam Badan Peradilan Muslim MJC (Muslim Judicial Council) mengecam rancangan acara stasiun televisi Top TV setempat yang menayangkan tiga saluran siaran berbau pornografi.  

“Kami mengecam rancangan acara pornografi karena dapat menghancurkan dan merusak nilai-nilai keluarga sosial,” ujar sumber MJC, Selasa (9/4), seperti dilansir media onislam.

Komunitas muslim MJC juga menyerukan boikot besar-besaran terhadap perusahaan TV yang memiliki sekitar 400.000 pelanggan tersebut.

“Seruan boikot berlaku juga untuk  iklan dan sponsor dalam tayangan Top TV,” tegasnya.

Kecaman serupa dilayangkan oleh Otoritas Komunikasi Independen Afrika Selatan (Independent Communication Authority of South Africa / ICASA), sebuah badan pengawas independen di Afrika Selatan yang memantau sektor telekomunikasi dan penyiaran untuk kepentingan umum.

Rancangan acara pornografi di saluran televisi itu mengundang reaksi kemarahan dari beberapa lembaga di negeri itu, seperti Lembaga Perempuan dan Laki-Laki Melawan Penyalahgunaan Anak (Women and Men Against Child Abuse / WMACA), kelompok Dokter untuk Kehidupan (Doctors for Life) dan Lembaga Kebijakan Keluarga (The Family Policy Institute / FPI).

Beberapa lembaga keagamaan Kristen di Afrika Selatan juga ikut mengecam dan memboikt acara itu, di antaranya dari komunitas Gereja Injil Gospel, Gereja Aliansi Injili dan Asosiasi Gereja Vineyard.

Saluran televisi Islam Deen TV sebaiknya menjadi alternatif dalam melawan arus pornografi di media, kata pengelola saluran TV Islam setempat.

Perlindungan Keluarga

Komunitas muslim Afrika Selatan memperingatkan, jika tayangan saluran pornografi ditayangkan akan mengakibatkan rusaknya nilai-nilai keluarga dan mengancam kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai masyarakat, kita memiliki tanggung jawab untuk melakukan perlindungan terhadap keluarga, melindungi ibu, ayah, putera dan puteri kita dari tayangan yang dapat menyebabkan hancurnya martabat dan kehormatan masyarakat,” jelas sumber MJC.

Menurutnya, tayangan pornografi bertentangan dengan nilai-nilai yang diterapkan dalam masyarakat yang beradab. Karenanya acara televisi seharusnya mengedepankan hak-hak anak dan memelihara harga diri semua anggota masyarakat. (T/P08/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply