NASIB ANAK PALESTINA DI PENJARA PENJAJAH ISRAEL

*Oleh Abu Sunshine

Sebuah kabar gembira datang dari saudara kita di Palestina.  Dalam rangka Hari Anak Nasional Palestina, sebuah badan statistik Palestina (Palestinian Central Bureau of Statistics/PCBS) pada Kamis, 4 April 2013 mengeluarkan data sensus penduduk Palestina terbaru yang mengatakan bahwa hampir separo rakyat Palestina saat ini di bawah usia 18 tahun (anak-anak).

Dari data tersebut, saat ini jumlah statistik anak-anak di bawah usia 18 tahun berjumlah 2,04 juta jiwa. Sedangkan total penduduk  Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza adalah 4,29 juta jiwa. Artinya, hampir 50 % penduduk Palestina saat ini adalah generasi muda.

Namun ironisnya, sejak Israel menjajah bumi Palestina pada 1948 silam, mereka mentargetkan anak-anak sebagai sasaran utama setelah para pemuda Palestina. Dari data yang dihimpun oleh Badan Internasional untuk Perlindungan Anak Palestina (Defence for Children International-Palestine/DCI-Palestine) mengungkap data bahwa saat ini penjajah Zionis Israel menargetkan anak-anak Palestina sebagai sasaran utama tahanan mereka.

Beradarkan data dari DCI-Palestine tersebut, sejak tahun 2008 saja, Israel telah memenjarakan 1422 anak Palestina usia 12-17 tahun. Pada Februari 2013 lalu, Israel menangkap 236 anak Palestina dari berbagai tempat di Tepi Barat, menyusul demonstrasi yang terjadi setelah tersebarnya berita tahanan Palestina yang meninggal akibat penyiksaan oleh pihak penjara penjajah Israel.

Sebuah surat kabar Israel Haaretz memberitakan bahwa pasukan Israel mengerahkan kekuatan besar untuk menangkap bocah-bocah Palestina ketika mereka sedang tidur. Tentara Israel langsung memborgolnya dan menyeretnya ke penjara. Mereka berdalih bahwa anak-anak tersebut melempari batu kepada pasukan Israel dan para pemukim Yahudi yang berada di pemukiman di Al Quds (Yerussalem).

Laporan Awni Farawna

Sebuah studi dilakukan oleh Awni Farawna, seorang peneliti Palestina yang mengkhususkan pada masalah tahanan anak Palestina. Menurut Farawna, rata-rata sekitar 200 anak Palestina diculik. Mereka berusia antara 12-17 tahun. Mereka disekap di penjara-penjara Israel tanpa tuduhan maupun proses hukum yang jelas.

Farawna bahkan mengungkapkan, ada bayi Palestina yang lahir di Penjara Israel. Anak itu lahir berada di penjara karena ibunya, Fatima Al-Zoq ditangkap tentara Israel ketika sedang hamil. Yang memilukan, saat Fatima melahirkan anaknya, tangan dan kaki Fatima diborgol di tempat tidur rumah sakit.

Farawna mengatakan, Israel memang menerapkan kebijakan gila untuk menangkapi anak-anak Palestina dengan tujuan merusak masa depan mereka, menutup akses pendidikan dan pertumbuhan yang normal bagi anak-anak tersebut. Anak-anak Palestina di penjara Israel, kata Farawna, juga mendapatkan aneka tindak kekerasan serta isolasi yang bisa mempengaruhi pertumbuhan fisik dan psikis mereka. Tidak sedikit dari mereka yang mengalami pelecehan seksual oleh para tentara dan interogator Israel.

Laporan Uni Eropa

Sebuah tim yang terdiri dari para praktisi hukum di Inggris juga membuat laporan tentang perlakuan penjajah zionis Israel terhadap anak-anak Palestina yang saat ini berada di penjara-penjara Israel.

Tim yang beranggotakan sembilan orang dari kalangan independen dan praktisi hukum, termasuk seorang mantan jaksa agung Inggris itu mewawancarai sejumlah warga Israel dan pejabat Palestina, warga masyarakat dan anak-anak Palestina sepanjang bulan September 2011, untuk mencari tahu sejauh mana perlakuan penjajah Zionis terhadap anak-anak Palestina, dibawah hukum militer yang diberlakukan penjajah Israel.

Tujuan dari tim pencari fakta ini adalah untuk membuat laporan yang independen, yang dibangun atas prinsip-prinsip aturan hukum dan hak-hak anak. Laporan hasil penelitian itu  berjudul “Chlidren in Military Custody” yang dipublikasikan pada Juni 2012.

Isi laporan itu antara lain menyebutkan bahwa Israel memberlakukan dua sistem hukum yang berbeda, tergantung dari latar belakang kebangsaan pihak yang jadi terdakwa, yaitu hukum sipil diberlakukan untuk orang-orang Israel dan hukum militer diberlakukan bagi warga Palestina.

Laporan itu menegaskan bahwa Israel telah melanggar sejumlah pasal dalam Konvensi PBB tentang Hak Anak, dimana Israel ikut menandatangani konvensi itu. Pasal-pasal yang dilanggar oleh Israel antara lain yang berkaitan dengan tindakan diskriminasi, penahanan anak di bawah umur, pemisahan anak-anak dari orang tuanya, penggunaan kekerasan dan perlakuan sewenang-wenang terhadap anak-anak, serta beberapa pasal lainnya.

Menanggapi laporan tim Inggris itu, Kepala Media Center Palestina Ghassan Khatib menyatakan, laporan tersebut dengan jelas membeberkan pelanggaran-pelanggaran serius yang dilakukan Israel terhadap anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara militer Israel. Oleh sebab itu, tegas Khatib, perlu adanya intervensi untuk menghentikan tindakan keji Israel itu.

Laporan UNICEF

Sementara itu, laporan dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Anak-anak (United Nation Children’s Fund/UNICEF) mengatakan anak-anak Palestina yang ditahan di penjara Israel mengalami penyiksaan. Perbuatan Israel itu melanggar hukum internasional.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Kamis (7/3), bahwa UNICEF melaporkan setiap tahunnya ada sekitar 700 anak-anak Palestina berusia 12 hingga 17 tahun yang ditahan di penjara Israel yang kini menduduki wilayah-wilayah Palestina terutama di Tepi Barat.

Badan PBB itu juga menyebutkan praktik penyiksaan di penjara Israel itu sangat kejam, tidak berperikemanusiaan, dan melanggar Konvensi Hak Asasi tentang Anak-anak dan Konvensi Menentang Penyiksaan.

Kebanyakan anak-anak Palestina itu ditangkap karena melempari pasukan Israel dengan batu. Pemerintah Israel menyebut lemparan batu itu bisa membunuh tentara Israel.

Perlakuan kejam terhadap anak-anak Palestina itu sudah dimulai sejak mereka ditangkap oleh pasukan Israel, biasanya pada tengah malam, kemudian ditahan hingga dituntut di pengadilan dan dihukum. Namun sebagian yang lain tetap ditahan tanpa adanya proses hukum.

“Perlakuan kejam itu termasuk menutup mata anak-anak Palestina ketika mereka ditangkap dan mengikat tangan mereka, lalu penganiayaan fisik dan verbal, baik ketika dalam perjalanan terlebih ketika sudah sampai ke tempat tahanan,” kata laporan itu.

Anak-anak Palestina itu mengalami penyiksaan fisik dan ancaman selama diinterogasi serta dipaksa mengakui perbuatannya. Mereka juga tidak segera diberi layanan pengacara atau kunjungan keluarga selama diinterogasi.

Temuan lain yang mengejutkan UNICEF adalah ternyata kejahatan terhadap tahanan anak tersebut dilakukan secara sistematis, meluas ke seluruh sektor hukum Israel.

Laporan UNICEF itu berdasarkan 400 kasus yang berhasil dihimpun sejak 2009 melalui sejumlah wawancara dengan anak-anak Palestina, pengacara, dan pejabat Israel, termasuk laporan lembaga swadaya masyarakat, dan laporan pemerintah.

Seruan Agama dan Kemanusiaan

Sebagai bangsa yang peduli dengan kemanusiaan, tentunya kita merasa miris mendengar pemberitaan seperti itu. Masyarakat dunia harus mencari solusi agar bisa menghentikan tindakan sewenang-wenang penjajah Israel itu. “Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan,” itulah bunyi pembukaan UUD kita yang dibacakan setiap upacara bendera.

Kepedulian kita terhadap estina, selain merupakan amanat undang-undang kita juga merupakan kewajiban agama. Sebagai umat beragama sudah selayaknya kita ambil bagian dalam penyelamatan mereka. Bukan masalah sebesar apa sumbangan yang kita berikan, tetapi sudah sejauh mana kita melangkah, mengambil sikap dan langkah nyata untuk membantu perjuangan mereka.

Setiap kita yang bersungguh-sungguh, pasti akan melihat hasilnya. Hakekatnya adalah apa yang kita lakukan untuk orang lain, sesungguhnya itu semua akan kembali kedapa diri kita masing-masing. Semakin besar kita berbuat untuk orang lain, semakin besar pula balasan yang akan kita terima. Jadi bergeraklah, berjuanglah, Allah SWT bersama kita. (P04/R2).

*Penulis adalah wartawan di kantor berita Islam Mi’raj News Agency (MINA)

Mi’raj News Agency (MINA)

Sumber bacaan: 

www.pcbs.gov.ps/ 

www.unicef.org/ 

www.dcipalestine.org/ 

www.aljazeera.com/

www.globalresearch.ca/…palestinianchildren.

Leave a Reply