OBAMA LAKUKAN KEBOHONGAN TERHADAP SERANGAN DRONE AMERIKA

Washington, 3 Jumadil Akhir/12 April 2013 (MINA) – Sebuah laporan media mengungkapkan, pemerintahan Presiden Barack Obama telah membuat kebohongan publik Amerika tentang masih berlangsungnya perang drone (pesawat tanpa awak) kontroversial.

Arsip intelijen bocor ditemukan oleh McClatchy Newspapers menunjukkan bahwa selama tahun 2006-2008 dan 2010-2011, Predator CIA yang bernama drone melakukan pembunuhan bertarget dan membunuh pemimpin senior al-Qaeda dan sekutu kelompok, begitu pula ratusan tersangka yg dicurigai yang berasal dari Afghanistan, begitu juga rakyat Pakistan dan militan tak dikenal yang sebenarnya tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap AS.

Laporan itu juga menambahkan, banyak warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak juga tewas dalam serangan mematikan.

Surat kabar AS mencatat, Washington diam-diam melakukan serangan pesawat tak berawak pada tersangka gerilyawan yang tidak tercantum pada daftar teroris AS, pada organisasi yang tidak ada sangkut pautnya saat tragedi 9/11, dan pada orang yang tidak dikenal digambarkan sebagai “militan lain” dan “pejuang asing”.

Namun demikian, pemerintahan Obama mengatakan pada September lalu, serangan pesawat tak berawak dilakukan hanya terhadap “pemimpin operasional senior al-Qaeda secara spesifik dan pasukan terkait” yang terlibat dalam serangan 9/11 dan merencanakan serangan kekerasan pada Amerika.

“Ini menjadi ancaman yang serius dan tidak spekulatif,” kata Presiden AS Obama, menambahkan bahwa “Ini menjadi sebuah situasi dimana kita tidak dapat menangkap individu sebelum mereka bergerak maju pada beberapa jenis plot operasional terhadap AS.”

Seperti dilansir dari laman Press TV dan dipantau MINA, komentar itu muncul setelah sumber intelijen AS bersikeras pada tahun 2011 mengatakan warga sipil tidak lagi dibunuh oleh serangan pesawat tak berawak, dengan pernyataan mantan ketua kontra terorisme John Brennan mengatakan bahwa ‘belum ada korban yang jatuh dari pihak sipill’ di Pakistan dalam 10 bulan.

Para pejabat AS menolak untuk membahas rincian dari program rahasia dan korban tewas akibat serangan pesawat tak berawak kepada public, dan kejadian tersebut masih merupakan misteri.

Sebuah laporan oleh New America Foundation yang berbasis di Washington, mengatakan bahwa telah terjadi 350 serangan pesawat tak berawak AS sejak 2004, sebagian besar dari serangan itu terjadi selama kepemimpinan Presiden Obama. Lembaga ini telah menyebutkan korban tewas sejumlah 1.963 sampai 3.293 korban, diperkirakan 261-305 warga sipil yang tewas.

Menurut Biro Jurnalis investigasi di London, sekitar 2.627 sampai 3.457 orang telah tewas oleh serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan sejak 2004, termasuk diantaranya 475 sampai 900 korban dari warga sipil. (T/P05/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply