OBAMA PERBARUI UPAYA TUTUP PENJARA GUANTANAMO

Washington, 21 Jumadil Akhir / 1 Mei 2013 (MINA) – Presiden AS, Barack Obama mengatakan, ia akan memperbaharui upaya untuk menutup penjara militer AS di Teluk Guantanamo.

Obama juga mengirim staf medis tambahan untuk membantu mengatasi aksi mogok makan yang menyebar ke hampir dua-pertiga dari tahanan.

Obama mengatakan dalam konferensi pers, Selasa (30/4), ia telah meminta sebuah tim dari pejabat negara untuk meninjau masalah itu dan akan membuat pendekatan lain pada kongres untuk menghentikan tahanan yang melakukan aksi mogok makan di Kuba.

memerintahkan pusat penahanan agar ditutup setelah menjabat tapi digagalkan berulang kali oleh kongres, hal itu membuatnya lebih sulit untuk memindahkan para tahanan ke tempat lain, Obama juga mengatakan, dia tidak terkejut ada masalah di fasilitas penahanan, dimana ratusan narapidana melakukan mogok makan.

“Saya tetap percaya kita harus menutup Guantanamo. Saya pikir itu sangat penting bagi kita untuk memahami bahwa Guantanamo tidak diperlukan untuk menjaga keamanan Amerika,” katanya seperti dikutip dari Aljazeera yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

“Ini mahal. Ini tidak efisien. Ini mengurangi kerjasama dengan sekutu kita pada upaya kontraterorisme,” ujarnya.

Bantuan Medis

Seorang juru bicara militer di Guantanamo, Letkol Samuel House mengatakan pada Senin (29/4), sekitar 40 tenaga medis AS dari Angkatan Laut, termasuk perawat dan spesialis, tiba selama akhir pekan.

“Masuknya personil yang sudah direncanakan beberapa pekan lalu diakibatkan karena semakin meningkatnya jumlah tahanan yang memilih untuk memprotes penahanan mereka,” katanya.

Dengan aksi mogok makan yang kini memasuki pekan ke-12, Obama telah menghadapi panggilan untuk menutup penjara di pangkalan militer AS di Kuba yang menahan 166 orang tanpa tuduhan dan pengadilan sebagai bagian dari “Perang Melawan Teror.”

Kolonel House mengatakan, sekitar 21 dari para tahanan yang melakukan aksi mogok makan menerima asupan makan melalui tabung hidung. Lima orang dirawat di rumah sakit, ia menambahkan dalam pernyataan itu, tanpa menentukan apakah berada dalam kondisi yang kritis.

Sementara itu, pengacara untuk para tahanan Guantanamo mengatakan, sekitar 130 narapidana melakukan aksi mogok makan, lebih banyak dari data resmi yang diakui oleh petugas penjara.

Menurut pengacara itu, gerakan protes yang berkembang pesat dimulai pada 6 Februari 2013 lalu, ketika tahanan mengakui, petugas penjara mencari Al Qur’an dengan cara yang mereka anggap menghujat.

Para pejabat telah membantah kesalahan penyitaan kitab suci agama Islam itu. Tapi aksi mogok makan kini telah berubah menjadi protes besar oleh para tahanan terhadap penahanan tanpa tuduhan selama 11 tahun terakhir. (T/P05/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply