OKI KECAM PELAKU BOM BOSTON

Jeddah, 7 Jumadil Akhir/17 April 2013 (MINA) – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah mengutuk keras pemboman saat lomba lari marathon pada Senin di Boston yang menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 170 lainnya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu menyebut pemboman sebagai aksi terorisme. Dia menambahkan bahwa “tindakan tersebut yang menargetkan acara publik ia sebut sebagai perbuatan pengecut dan tercela.”

Sementara itu, Abdullatif Zayani, sekretaris jenderal (Persia) Gulf Cooperation Council (PGCC), juga mengecam “aksi pengecut teroris yang bertentangan dengan semua nilai-nilai dan prinsip-prinsip.”

Seperti dilansir dari Press Tv, Raja Abdullah dari Arab Saudi juga mengirimkan pesan belasungkawa kepada rakyat Amerika Serikat, mengatakan ia ikut berdukacita atas dua ledakan di Boston.

“Kami mengutuk tindakan terorisme yang menargetkan orang-orang tak bersalah dan dilakukan oleh penjahat yang hanya mewakili diri mereka sendiri dan tak memiliki agama atau iman.”

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab dalam bom Maraton Boston sedangkan para penyidik menghimpun banyak kemungkinan tersangka.

“Tersangka masih terbuka lebar, bisa siapa saja,” kata agen khusus FBI Rick DesLauriers dalam konferesi pers di Boston, seraya mengatakan penyidikan bom Boston dilakukan secara hati-hati, namun harus segera.

DesLauriers mengatakan para penyidik Biro Investigasi Federal, bersama polisi Boston dan negara bagian Massachusetts, mengungkap sejumlah item dari situs ledakan, termasuk tas nilon hitam yang dipercaya menjadi tempat bom disembunyikan.

“Pecahan paku, dan kemungkinan termuat dalam alat pemasak juga telah ditemukan dan dikirimkan ke laboratorium FBI di Quantico, Virginia, untuk dianalisis,” kata DesLauriers kepada wartawan.

Pada hari Senin, Presiden AS Barack Obama berjanji akan menanggapi serius aksi pemboman di garis finish saat lomba marathon di Boston, meskipun ia berhenti dan belum menyebut nama tersangka.(T/P05/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply