OKI ANGKAT ISU KEKERASAN MUSLIM ROHINGYA DI PBB

 Kairo, 21 Jumadil Awal/2 April 2013 (MINA) – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) berencana akan mengangkat isu kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Burma, Myanmar untuk membantu menghentikan serangan berlanjut terhadap warga minoritas.

“OKI berencana mengangkat isu di Dewan Keamanan dan Dewan Hak Asasi Manusia untuk menemukan solusi dan memberikan kontribusi dalam mengakhiri penganiyaan terhadap Muslim Rohingya di Burma,” kata seorang pejabat OKI, Ahad (31/3),  Menurut laporan On Islam yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

“OKI sebelumnya mencoba untuk menghubungi pejabat Burma tapi sia-sia,” tambahnya.

Organisasi internasional yang berbasis di Jeddah itu juga berencana untuk mengadakan pertemuan membahas penganiyaan terhadap Muslim Rohingya pada 14 April mendatang.

Sekjeni OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu mengatakan “siap untuk mengambil langkah dan tindakan yang diperlukan dalam menghadapi krisis yang terjadi pada Muslim Rohingya”.

Ihsanoglu juga mendesak pemerintah Myanmar untuk mengakhiri ekstrimisme Budha serta pembersihan etnis.

Konflik di Myanmar baru-baru ini mengakibatkan sedikitnya 43 orang tewas dan beberapa masjid terbakar di pusat kota Meiktila.

“Kekerasan telah diperluas untuk menargetkan seluruh Muslim di Myanmar,” kata Ihsanoglu.

Pada Oktober 2012, OKI mencoba membuka kantor di Myanmar untuk membantu Muslim disana, namun langkah itu menuai protes dari para Biksu Budha, kemudian diblokade oleh Presiden Myanmar Thein Sein.

“OKI berusaha untuk membuka kantor di Myanmar (Burma) pada tahun lalu untuk memasok bantuan terhadap umat Muslim, namun ekstrimis Budha berdemonstrasi menentang upaya ini,” kata pejabat itu.

Mesir berencana mengirimkan delegasi khusus yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal OKI, termasuk sejumlah menteri luar negeri dari berbagai negara untuk Myanmar, tapi rencana itu ditunda.

Muslim Burma sebagian besar berasal dari keturunan India, Cina dan  Bangladesh tercatat mencapai populasi sekitar empat persen dari 60 juta total penduduk Myanmar. (T/P013/P02)

 Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

Leave a Reply