ORGANISASI MPAC KUTUK ANCAMAN TEROR KEPADA MUSLIM NIGERIA

Abuja, Nigeria, 8 Jumadil Akhir 1434/17 April 2013 (MINA) – Ketua Eksekutif Muslim Public Affairs Centre (MPAC) Disu Kamor di Nigeria, dalam press release yang dipublikasikan media Modern Ghana, Rabu (17/4), dan dikutip Mi’raj News Agency (MINA) mengutuk ancaman yang dibuat oleh Gerakan Kemerdekaan Delta Niger (MEND) yang berencana menebarkan teror baru kepada warga Muslim Nigeria.

Gerakan perlawanan MEND merupakan gerakan yang menaungi kelompok-kelompok bersenjata Kristen di Delta Niger. Mereka berencana meluncurkan kampanye teror baru dalam membela “kekristenan”.

Juru bicara MEND, Jomo Gbomo, mengeluarkan ancaman dalam sebuah e-mail pada Ahad (14/4), bahwa kelompok teror akan memulai “pemboman masjid, kamp haji, lembaga-lembaga Islam, jamaah besar dalam event Islam”.

“Pembunuhan ulama yang menyebarkan ajaran kebencian akan membentuk misi inti dari perang salib ini,” tulis Gbomo dalam e-mailnya.

Kamor yang mewakili pernyataan MPAC mengatakan bahwa tidak hanya pernyataan MEND tersebut gagal mewakili sentimen kebanyakan orang Kristen di seluruh negeri, tapi mereka juga tercela dalam usaha mereka menyangkal sejarah, yaitu kejadian yang paling tragis yang telah merenggut nyawa banyak Muslim.

“Pernyataan MEND tidak hanya tercela, mereka juga tak berdasar. Karena itu MPAC meminta agar para pemimpin Kristen tegas menolak ancaman Perang Salib baru terhadap kaum muslimin,” kata Kamor.

MPAC juga menyeru pemerintah Nigeria untuk menyikapi ancaman tersebut dengan serius dan secara terbuka mengutuk serta melakukan upaya nyata untuk melindungi umat Islam dan tempat-tempat ibadah mereka di negara tersebut. Sebab, MEND memiliki reputasi dan sarana untuk melaksanakan serangan teror yang mengancam.

MPAC telah menyatakan dalam sepuluh siaran pers sebelumnya, menanggapi kegiatan Boko Haram yang mendistorsi konsep-konsep inti Islam, seperti jihad.

“Mereka memakai jubah agama hanya untuk mempromosikan kegiatan keji dan kekerasan mereka,” kata Kamor.

Menurut Kamor, Boko Haram mengabaikan pandangan dunia dan posisi hak-hak orang Kristen sebagai warga negara yang setara yang berhak untuk mempraktekkan agama mereka di Nigeria. Penggambaran ajaran Islam dan contoh yang jelas telah diterapkan oleh Nabi Muhammad.

Para pemimpin Muslim Nigeria dan seluruh komunitas Muslim Nigeria telah menolak tegas Boko Haram.

MPAC menegaskan bahwa Islam tidak mentolerir penggunaan terorisme untuk tujuan apapun, terlepas dari identitas agresor atau sifat motif mereka. Islam mengajarkan kesucian dari semua kehidupan manusia-Muslim, Kristen, ateis, atau penyembah berhala. Islam memerintahkan pemeluknya untuk terlibat dengan masyarakat yang lebih luas dengan pidato yang baik, nilai-nilai luhur, dan moral Islam.

“Islam menganggap penggunaan terorisme tidak dapat diterima untuk tujuan apapun dan MPAC menegaskan kecaman atas semua tindakan kekerasan yang dilakukan, mengancam atau diucapkan,” kata Kamor.

Kamor pun mengungkapkan bahwa para pemimpin Muslim dan ulama dari semua sekolah pemikiran terus memperkuat suara, bersatu untuk melawan kekuatan destruktif Boko Haram.

“Pemerintah Presiden Goodluck Jonathan harus memulai reformasi politik, ekonomi dan sosial yang  membahas keluhan rakyat dan mengisolasi ekstrimis di seluruh wilayah negara,”tambah Kamor. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply