PAKAR INDONESIA MENANGKAN KEANGGOTAAN INCB DI PBB

Jakarta, 17 Jumadil Akhir 1434/26 April 2013 (MINA) – Pakar farmakologi dan farmakokinetis klinik Indonesia, Sri Suryawati, memenangkan voting untuk keanggotaan International Narcotics Control Board (INCB) pada pemilihan  yang dilakukan Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (Economic and Social Council/ECOSOC), di Markas PBB, Kamis (25/4), New York.

Setelah melalui upaya penggalangan dukungan kepada 54 negara anggota ECOSOC di New York, Suryawati berhasil meraih 42 suara, sedangkan dua pesaingnya dari Estonia dan Suriah/Inggris masing-masing mendapatkan lima suara, situs resmi Kementerian Luar Negeri RI melaporkan.

“Terpilihnya Profesor Suryawati tidak hanya menunjukkan pengakuan atas kepakaran beliau pada isu kerjasama internasional dalam pengawasan narkotika, namun juga mencerminkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap peran dan kontribusi Indonesia di berbagai kerjasama internasional dalam kerangka PBB,” kataWakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Desra Percaya, seusai pemilihan.

Sejumlah negara berharap duduknya Indonesia pada INCB akan semakin memajukan pembahasan isu-isu terkait yang menjadi fokus upaya memajukan kerjasama penanganan pengawasan obat-obatan narkotik di tingkat internasional.

Pada tataran nasional, Suryawati adalah seorang pakar kesehatan yang kapasitas dan kemampuannya telah dipercaya oleh Badan POM dan Kementerian Kesehatan sebagai konsultan dalam penyusunan berbagai kebijakan kesehatan nasional. Kepakaran Suryawati juga telah diakui oleh pihak-pihak lain di dunia international.

Sejak 1999, Suryawati telah menjadi anggota WHO Advisory Panel on Medicine Policy and Management. Pada 2001 – 2008, juga sebagai konsultan mengenai essential medicine program and rational use of medicines di sejumlah negara sejak tahun 2001.

Kantor Penerangan PBB di Jakarta juga kerap melibatkan Suryawati dalam peluncuran berbagai dokumen PBB mengenai isu kesehatan, termasuk laporan tahunan INCB.

INCB adalah badan pengawasan yang bersifat independen dan quasi-judicial mengenai pengawasan obat-obatan internasional, untuk mengimplementasikan berbagai konvensi PBB mengenai obat-obatan. Badan ini dibentuk 1968, sejalan dengan Single Convention on Narcotic Drugs tahun 1961, dan saat ini beranggotakan 13 pakar dari berbagai negara.

Profesor Suryawati selanjutnya akan menjalankan tugasnya di INCB sampai dengan tahun 2017. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply