TAHANAN PENJARA ‘NAFHA’ UMUMKAN AKSI MOGOK MAKAN

Ramallah, 21 Jumadil Awal 1434/2 April 2013 (MINA) – Para tahanan Palestina yang saat ini berada di penjara Israel ‘Nafha’, mengumumkan aksi mogok makan sejak Selasa (26/3) lalu. Mereka melakukan aksi itu untuk memberikan dukungan moral kepada seorang tahanan Palestina bernama  Maysara Abu Hamdiyeh yang terserang penyakit setelah beberapa pekan berada di penjara Israel.

Persatuan Tahanan Palestina (Palestinian Prisoner Society/PPS) menyampaikan aksi tersebut Senin (1/4) dalam keterangan resminya. Fateh dan Maan melaporkan seperti di terima Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta.

Abu Hamdiyeh saat ini pindahkan di penjara Israel ‘Soroka’. Ia dideteksi terserang penyakit kanker yang telah menyebar dari tenggorokan ke saraf tulang belakang.

Menteri Urusan Tahanan Palestina, Issa Qaraqe mengataka,  saat ini kondisi Abu Hamdiyeh semakin memburuk. Hal ini akibat keterlambatan dalam memberikan pertolongan medis yang sengaja dilakukan oleh pihak penjara Israel.

“Israel harus membebaskan Abu Hamdiyeh sekarang juga. Ia butuh pertolongan medis segera agar nyawanya dapat tertolong. Pemerintah Israel tidak mungkin memberikan pertolongan medis secara maksimal kepadanya,” kata Qaraqe.

“Para tahanan lainnya yang masih berada di penjara Nafha berencana untuk meningkatkan lagi aksi protes mereka dalam skala lebih besar lagi untuk menggalang solidaritas dengan tahanan lain,” PPS menambahkan dalam pernyataannya.

Menurut Laporan Lembaga Hak Asasi Manusia dan Urusan Tahanan Palestina, Addameer, pada tahun 2013 ini jumlah total tahanan Palestina yang berada di penjara-penjara Israel sekitar 4812 orang. Mayoritas dari mereka yang ditangkap adalah penduduk Tepi Barat (82,5 persen); 9,6 persen berasal dari Jalur Gaza; dan sisanya berasal dari kota Al-Quds (Yerusalem) serta mereka yang tinggal di daerah Palestina yang dijajah tahun 1948 yang sekarang dikenal sebagai Israel.

Jumlah tersebut belum termasuk 330 orang berada dalam “penahanan administratif” tanpa pengadilan dan 13 orang tahanan perempuan yang paling lama berada di penjara Israel selama 11 tahun. Selain itu, ada 219 anak di bawah usia 18 tahun, 31 anak diantaranya berada di bawah usia 16 tahun, serta 28 anggota Dewan Legislatif Palestina, tiga mantan menteri dan sejumlah besar pejabat Palestina.

Tahanan Palestina tersebar di 17 penjara dan pusat penahanan Israel. Penjara Israel yang paling terkenal diantaranya adalah Al-Naqab, Ofer, Nafha, Gilbo’a, Shata, Ramon, Askalan, Hadarim, Eshel, Ohalei Kedar, HaSharon, Ramla dan Megido. (T/P04/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply