PASUKAN SANDF DIMINTA BERTAHAN DI CAR

Johannesburg, 25 Jumadil Awal 1434/6 April 2013 (MINA) – Pemerintah Afrika Selatan mengatakan, Jum’at (5/4) bahwa para pemimpin Afrika Tengah meminta Presiden Jacob Zuma untuk mempertahankan pasukan SANDF Afrika Selatan di Republik Afrika Tengah (CAR), tetapi ia tetap memutuskan sebaliknya.

“Namun ia setuju untuk mengirimkan pasukan ke CAR jika diminta resmi oleh Masyarakat Ekonomi Negara Afrika Tengah (Eccas),” kata sumber pemerintah tersebut, lansir Independent Online yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Zuma mengumumkan setelah pertemuan KTT Eccas di N’Djamena, Chad, pasukan South African National Defence Force(SANDF) yang tersisa akan kembali ke rumah. Sudah hampir dua minggu sejak mereka kehilangan 13 tentara dalam pertempuran sengit dengan gerakan koalisi Seleka pada 23 Maret di ibukota CAR, Bangui.

SANDF belum secara resmi mengumumkan berapa banyak tentara yang tetap ada di CAR, kekuatan awal mendekati 300 personil, tetapi sumber-sumber militer menunjukkan sekarang hanya sekitar 18 orang.

Beberapa laporan dari Chad menyebutkan bahwa Zuma mencoba meminta para pemimpin Eccas untuk mengirimkan kekuatan jauh lebih kuat ke CAR untuk menggulingkan rezim Seleka yang baru dan mengembalikan negara ke tatanan konstitusional. Pengumpulan sebuah pasukan yang dilaporkan  Afrika Selatan di negara tetangga CAR memperkuat persepsi tersebut.

Menurut laporan tersebut, Presiden Chad sekaligus ketua Eccas, Idriss Deby Itno dan para pemimpin lainnya meminta Zuma menarik pasukannya dalam rangka mendukung solusi negosiasi krisis di CAR.

Namun, Menteri Hubungan dan Kerjasama Internasional Afrika Selatan Maite Nkoana-Mashabane memberikan interpretasi yang sangat berbeda pada konferensi pers KTT di Pretoria. Dia mengatakan sebagian besar pemimpin Eccas mengaku bersama Zuma untuk menjaga pasukannya di CAR.

Tapi Zuma bersikeras akan menarik pasukan karena Afrika Selatan tidak ingin memberikan dukungan militer kepada pemerintah inkonstitusional CAR. “Karena pemimpin CAR ditunjuk sendiri mengambil alih, dalam proses meniadakan konstitusi, parlemen dan peradilan, menjadi jelas bahwa pemerintah yang dengannya kami menandatangani perjanjian, tidak lagi di tempat,” kata Mashabane mengutip perkataan Zuma.

Namun, Mashabane menambahkan bahwa para pemimpin Eccas telah meminta Afrika Selatan untuk siap melayani jika dipanggil, dan Zuma menyepakati. Afrika Selatan adalah bagian dari delegasi menteri luar negeri yang dipimpin oleh Eccas, yang mengunjungi CAR, Kamis (4/4) untuk menyampaikan keputusan KTT kepada pemimpin Seleka.

Termasuk keputusan untuk tidak mengakui Seleka sebagai pemerintah yang sah, sesuai dengan undang-undang Uni Afrika yang melarang pergantian pemerintah secara inkonstitusional.

Delegasi juga menjelaskan kepada para pemimpin Seleka tentang keputusan bahwa komite pemilu harus beranggotakan wakil-wakil dari semua sektor masyarakat CAR. Pemerintah negara selama masa transisi tidak lebih dari 18 bulan sampai pemilu bisa diadakan. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply