PBB: JUMLAH PENGUNGSI SURIAH NAIK TIGA KALI LIPAT PADA AKHIR TAHUN

Washington, 26 Jumadil Awal/6 April 2013 (MINA) – Jumlah pengungsi Suriah di Yordania diperkirakan naik  tiga kali lipat menjadi 1,2 juta pada akhir tahun ini, hal ini diperparah dengan kurangnya dana bantuan untuk Suriah, demikian PBB mengatakan pada Jumat (5/4).

PBB memperkirakan bahwa sekitar 385.500 warga Suriah telah mengungsi di Yordania, termasuk hampir seperempat juta anak-anak.

“Kami memperkirakan angka ini akan mencapai lebih dari dua kali lipat pada bulan Juli dan tiga kali lipat pada Desember,” kata Marixie Mercado, juru bicara badan anak-anak PBB.

Badan pengungsi PBB, UNHCR, menegaskan bahwa sekarang diperkirakan jumlah pengungsi Suriah di Yordania melonjak menjadi sekitar 1,2 juta pada akhir tahun 2013 – setara dengan sekitar seperlima dari total penduduk Yordania.

Jordan sendiri sementara mengatakan saat ini menampung lebih dari 475.000 pengungsi dari Suriah, tapi diperkirakan jumlah itu akan meningkat menjadi 700.000 pada akhir tahun ini.

PBB memperkirakan bahwa total sekitar 1,2 juta warga Suriah telah melarikan diri ke negara tetangga selama dua tahun terakhir pertumpahan darah berlangsung.

Seperti dilansir dari situs UNHCR, badan PBB yang mengurusi masalah pengungsi itu mengatakan belum bisa memperkirakan jumlah keseluruhan pengungsi Suriah pada akhir tahun 2013, atau menyebut berapa banyak jumlah total pengungsi suriah yang tersebar ke Turki, Lebanon dan Irak.

Mercado Sementara itu menyesalkan bahwa operasi lembaga-nya terhubung ke krisis Suriah yang sangat kekurangan dana, menekankan bahwa situasi di Yordania adalah sangat mengerikan.

“Kebutuhan meningkat secara eksponensial, dan kami bangkrut,” katanya.

Dikutip pula dari situs UNICEF, katanya, saat ini sedang menyiapkan berbagai keperluan seperti air bersih, sanitasi, vaksin dan pendidikan di Yordania Zaatari camp, yang menampung hampir 150.000 pengungsi Suriah.

Sejauh ini, bagaimanapun, lembaga tersebut hanya menerima $ 12 juta, atau 19 persen dari $ 57.000.000 dana yang telah disetujui untuk Yordania tahun ini,” kata Mercado.

“Secara konkret, ini berarti bahwa pada bulan Juni, kita akan berhenti memberikan 3,5 juta liter air setiap hari untuk kamp Zaatari. Dan ini berdampak pula kita tidak akan mampu membuka sekolah ketiga kita yang sedang dibangun di Zaatari,. Karena kita tidak memiliki dana untuk menutupi gaji guru, buku pelajaran, perabotan dan biaya operasional sekolah,” katanya.

Mercado menambahkan, dana kurang juga berarti UNICEF tidak akan mampu memberikan dukungan air, sanitasi, pendidikan, imunisasi dan gizi untuk dua camp pengungsian akan dibuka pada minggu-minggu mendatang.” (T/P05/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply