PBB PERINGATKAN PENINGKATAN DRAMATIS PENGUNGSI SURIAH DI TURKI

Ankara, 5 Jumadil Akhir 1434/15 April 2013 (MINA) – Perwakilan UNHCR dari PBB di Ankara,Turki, Carol Batchelor memperingatkan bahwa jumlah pengungsi Suriah di Turki mungkin akan mencapai 1 juta pada akhir 2013, Anadolu Agency melaporkan Ahad (14/4), yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

“Dalam kasus Turki, kita sudah membahas dengan pihak berwenang, jumlah di Turki diantisipasi pada akhir tahun mungkin mencapai 1 juta dengan sendirinya,” kata Batchelor kepada Anadolu.

”Kami telah mendengar dari Libanon bahwa mereka telah menampung 1 juta (pengungsi). Jadi angka benar-benar besar. Apakah masyarakat internasional siap untuk angka yang mungkin sampai? Jawaban singkatnya adalah tidak,” kata Batchelor.

Di Turki, saat ini terdapat lebih dari 400.000 warga Suriah yang melarikan diri dari perang tiga tahun di negara mereka, menurut PBB telah menewaskan lebih dari 70.000 orang.

Batchelor mengatakan angka ini diproyeksikan untuk Juni, namun disahkan Maret yang katanya memaksa UNHCR untuk merevisi Rencana Tanggap Regional. Dia menambahkan bahwa angka yang diketahui telah melampaui lebih dari satu juta di negara-negara tetangga.

Perwakilan UNHCR juga mengatakan donor internasional telah gagal memenuhi janji mereka, yang dibuat dalam konferensi Januari di Kuwait. “Saya minta maaf untuk mengatakan bahwa meskipun banyak janji dibuat di Kuwait, kami belum melihat ruang lingkup penuh untuk pemenuhan janji mereka,” kata Batchelor.

Dalam konferensi donor Kuwait, dijanjikan bantuan sebesar $ 1,5 miliar untuk pengungsi Suriah.

“Jika tidak ada dukungan, warga Suriah bisa tidak memiliki tempat tinggal, makanan, obat-obatan dan pendidikan. Sistem dukungan PBB dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Kami dapat menyediakan tempat tinggal, makanan, obat-obatan, jika dukungan yang ada bisa memberdayakan dan memungkinkan kita,” kata Batchelor.

“Jika masyarakat internasional memastikan dukungan, kita bisa mendapatkan barang-barang untuk orang yang membutuhkannya,” katanya.

Batchelor juga memuji hukum di Turki terhadap orang asing dan perlindungan internasional, pemerintah baru-baru ini mengatakan bahwa UNHCR menganggap hukum di Turki “suatu usaha yang sangat positif”.

“Meskipun belum ada undang-undang tentang perlindungan internasional, Turki telah melakukan perlindungan internasional. Dengan prinsip-prinsip yang ada, telah terjadi praktek yang sangat kuat dan positif,” katanya. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply