PBB: SURIAH BAHAYAKAN PENDIDIKAN DAN MEDIS ANAK-ANAK

Teheran, 10 Jumadil Akhir 1434/19 April 2013 (MINA) – Perwakilan Khusus Sekjen PBB untuk Anak dan Konflik Bersenjata Leila Zerrougui mengatakan bahwa serangan terhadap rumah sakit dan sekolah di Suriah membahayakan anak-anak serta akses medis dan pendidikan mereka, Rabu (17/4), New York.

“Ini adalah krisis darurat anak-anak,” kata Zerrougui kepada Dewan Keamanan PBB, Press TV melaporkan sebagaimana yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

PBB mengatakan lebih dari tiga juta anak di Suriah menderita konsekuensi dahsyat dari krisis yang melanda negara itu selama lebih dari dua tahun.

Zerrougui lebih lanjut menyeru PBB untuk bekerja mengeluarkan solusi yang efektif untuk mengakhiri  impunitas (bebas dari hukum) bagi para pelaku kekerasan serius terhadap anak-anak di Suriah.

Pada 9 April, organisasi amal anak-anak internasional, Save the Children, memperingatkan bahwa anak-anak di Suriah telah berada di bawah kerugian langsung.

Bulan lalu, organisasi yang berbasis di Amerika Serikat itu juga mengatakan bahwa anak-anak di Suriah sedang ditembak, disiksa, dan diperkosa. Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat Valerie Amos mengatakan bahwa 6,8 juta orang dari total penduduk 20,8 juta membutuhkan bantuan kemanusiaan di Suriah.

Selain itu, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Antonio Guterres mengatakan jumlah pengungsi Suriah bisa melebihi 3,5 juta pada akhir 2013. Banyak orang, termasuk sejumlah besar pasukan keamanan telah tewas dalam kerusuhan yang dimulai di Suriah pada Maret 2011. Sementara itu, Anadolu Agency melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu di Ankara mengatakan sudah waktunya bertindak untuk menghentikan kejahatan perang di Suriah, Kamis (18/4).

Berbicara melalui saluran pribadi kepada TV CNN Turki, Davutoglu mengungkapkan jumlah rudal Scud yang ditembakkan dari Damaskus ke Aleppo mencapai 205 hulu ledak. “Setiap kali sebuah rudal Scud dilepas ke lingkungan di Suriah. Dan ini adalah kejahatan perang,” kata Davutoglu.

“Sekarang saatnya untuk bertindak atas tindakan kejahatan perang. Mereka yang melakukan kejahatan perang harus membayarnya. Tidak ada yang bisa membantah, serangan rudal Scud seperti itu adalah kejahatan perang,” tegas Davutoglu. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply