TURKI TUNDA PEMBICARAAN DENGAN ISRAEL

Ankara, 29 Jumadil Awal 1434/10 April 2013 (MINA) – Pemerintah Turki resmi mengumumkan penundaan pembicaraan dengan Pemerintah Israel yang dijadualkan akan berlangsung para 12 April mendatang di Ankara.

Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc, mengatakan hal itu kepada para wartawan seusai rapat kabinet mingguan di Ankara, Senin malam (8/4).

Pertemuan tersebut rencananya akan membahas kompensasi pemerintah Israel kepada para korban penyerbuan kapal Mavi Marmara yang akan menuju Gaza dalam misi kemanusiaan pada Mei 2010 lalu.

“Pertemuan kami dengan Israel ditunda dan mungkin akan dibicarakan lagi pada 21 atau22 April mendatang,” kata Arinc seperti dikutip Maan yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta.

Arinc sedianya akan memimpin pemerintah Turki dalam pembicaraan dengan Israel. Tetapi ia memilih mendampingi Perdana Recep Tayyip Erdogan yang akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan pekan ini.

Sebelumnya, pada Ahad (7/4) lalu para keluarga korban melakukan aksi demo dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan mencabut gugatan mereka kepada Israel meskipun pemerintah Turki melakukan pembicaraan damai.

Pada 20 Maret 2013 lalu, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyatakan permintaan maaf kepada kepada Erdogan atas desakan presiden Amerika Serikat Barack Obama yang berkunjung ke negara penjajah itu.

Hubungan antara Israel dan Turki mengalami kemandekan setelah pasukan komando Israel melancarkan serangan fajar terhadap kapal Mavi Marmara yang menewaskan sembilan relawan Turki dan ratusan lainnya mengalami luka-luka saat akan bertolak menuju Gaza.

Serangan itu memicu kecaman internasional dan retaknya hubungan antara Turki dan Israel, dan pemerintah Turki menuntut permintaan maaf resmi dan kompensasi bagi keluarga korban.

Sebenarnya Israel sudah berulang kali melakukan permintaan maaf pada Turki. Namun, Turki menolaknya, bahkan untuk mempertimbangkannya kembali.  Seorang pejabat Israel menyatakan bahwa permintaan maaf dikeluarkan sejak dua tahun lalu, namun selalu ditolak. 

Permintaan maaf itu dipandang sebagai rasa hormat kepada Obama yang sedang berkunjung ke  Israel. Hal itu dirasa sangat aneh karena belum pernah Israel dalam membuat statemen yang terkesan sopan kepada Negara lain.

Erdogan sendiri beberapa kali mengutuk Israel dan menyebutnya sebagai teroros yang sebenarnya. Ia mengatakan pada pembukaan sidang PBB kelima yang diadakan di Wina, Austria pada Maret 2013 lalu bahwa  Zionisme itu seperti anti-semitisme dan fasisme yang menyebabkan masyarakat menjadi  takut dengan Islam. Hal itu merupakan sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry, sebelumnya mengunjungi Istanbul pada hari Ahad (7/4) lalu. Ia menyerukan kepada Turki dan Israel untuk menormalkan hubungan mereka.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Rate this article!

Leave a Reply