PEMIMPIN KUDETA AFRIKA TENGAH SEPAKATI KTT AFRIKA

 

 

 

 

Bangui, Afrika Tengah. 24 Jumadil Awal 1434/5 April 2013 (MINA) – Pemimpin kudeta Republik Afrika Tengah (The Central African Republic atau CAR) Michel Djotodia sepakat menerima hasil pertemuan regional Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Masyarakat Ekonomi Negara Afrika Tengah, yang menyerukan pemilihan presiden baru sementara setelah kudeta bulan lalu, lapor Independent On Line (IOL), Kamis (4/4).

Perdana Menteri CAR Nicolas Tiangaye yang menghadiri KTT tersebut, N’Djamena mengatakan, pihaknya telah membahas masalah tersebut, pihaknya menyetujui solusi itu.

Dalam sidang disampaikan, Pemimpin KTT menolak menerima Djotodia yang memproklamirkan diri sebagai presiden Afrika Tengah, pasca penggulingan presiden terpilih Francois Bozize oleh koalisi gerakan perlawanan Seleka, dua pekan lalu.

“Segala sesuatu yang terjadi sekarang, tidak memungkinkan untuk mengakui presiden memproklamasikan dirinya,” kata Presiden Chad Idriss Deby kepada wartawan di KTT.

Transisi Pemerintahan

Presiden Chad Idriss Deby mengatakan, terpilihnya Dewan Transisi Nasional (The National Transition Council atau CNT) harus segera memilih seorang presiden transisi yang akan menjabat tidak lebih dari 18 bulan.

“Ini adalah hasil kesepakatan yang memungkinkan Afrika Tengah terhindar dari isolasi masyarakat internasional. Saya tidak melihat alasan koalisi Seleka untuk menolaknya,” ujar Tiangaye.

Pemimpin kudeta Republik Afrika Tengah CAR, Michel Djotodia, adalah seorang mantan pegawai negeri dan diplomat yang berbalik melakukan gerakan perlawanan terhadap pemerintahan tahun 2005. Ia meraih kekuasaan pada 24 Maret setelah serangan cepat di ibu kota Bangui, dengan alasan presiden terpilih Francois Bozize waktu itu dianggap gagal mematuhi kesepakatan damai Januari.

Sementara Perdana Menteri CAR Nicolas Tiangaye, yang merupakan tokoh oposisi, tetap menjabat sebagai kepala pemerintah, sejalan dengan kesepakatan yang ditandatangani dengan Bozize di Libreville, ibu kota Gabon, dan berjanji akan mengadakan pemilihan umum tahun 2016.

Presiden Chad Idriss Deby dalam KTT Afrika mengatakan, delegasi para menteri dari Afrika Tengah, Uni Afrika dan Uni Eropa, akan berkumpul ke Bangui pekan depan membahas agenda Afrika Tengah.

Menurut sumber diplomatik, Chad adalah negara dengan kekuatan militer dominan di Afrika dan menjadi tuan rumah pertemuan KTT, menyebutkan, perundingan dilakukan sebagai upaya memberikan solusi legitimasi di Afrika Tengah.

Presiden terguling Bozize, dalam pengasingannya di Kamerun, menuduh mantan sekutunya, Presiden Chad, membantu para gerilyawan mengusir dirinya setelah 10 tahun berkuasa. (T/P09/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply