PEMUKIM ILEGAL YAHUDI TULISKAN KATA-KATA RASIS DI MASJID BETHLEHEM

Bethlehem, 27 Jumadil Awal 1434/8 April 2013 (MINA) – Para pemukim ilegal Yahudi menuliskan kata-kata rasisme pada dua masjid berbeda di sebuah desa di Bethlehem, Palestina pada Ahad pagi (7/4), penduduk setempat melaporkan.

Masjid Bilal bin Rabah dan masjid Shalahuddin Al Ayyubi terletak di desa Tuqu, Bethlehem mengalami kerusakan akibat lemparan batu oleh para pemukim ilegal Yahudi. Mereka juga menulis kata-kata rasis yang menghina bangsa Arab dan Islam di sepanjang jalan menuju masjid itu.

“Para Pemukim ilegal Yahudi juga merusak dua mobil milik warga desa yang diparkir di jalan,” Kata penduduk setempat kepada Ma’an News seperti dipantau Mi’raj News Agency(MINA).

Warga setempat juga melaporkan, aksi pemukim ilegal tersebut mendapat dukungan sepenuhnya dari tentara Israel yang menjaga pintu masuk desa dengan menghalau warga yang hendak menghadang mereka.

Juru bicara militer Israel tidak memberikan komentar atas insiden tersebut. Mereka hanya mengatakan akan menyelidiki lebih lanjut itindakan rasis itu.

Sementara itu, Kepala Desa Tuqu, Taysir Abu Mfareh, mengatakan, saat ini tentara Israel melarang warganya untuk keluar dari tempat mereka dengan alasan apapun. Mereka mengancam akan merusak mobil-mobil warga yang melewati pintu masuk perbatasan Israel itu.

“Warga kami dilarang bekerja keluar desa walaupun dengan alasan ingin bekerja. Mereka tidak segan-segan untuk menganiaya dan merusak fasilitas warga yang lewat di perbatasan itu,” kata Abu Mfareh.

Sementara itu, Komisi Islam-Kristen Palestina mengecam insiden rasisme tersebut. Aksi pemukim ilegal itu telah melanggar hukum internasional yang menjamin tempat-tempat ibadah dan kewajiban memeliharanya.

Bethlehem adalah sebuah kota di wilayah Tepi Barat yang merupakan pusat kebudayaan Palestina serta industri pariwisata.  Kota itu memiliki arti penting bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi. Umat Islam menganggap kota ini penting karena di kota tersebut terdapat dua masjid bersejarah, yaitu Masjid Bilal bin Rabah dan masjid Shalahuddin Al Ayyubi terletak di desa Tuqu. Sedangkan umat kristiani menganggap kota tersebut sebagai tempat kelahiran Yesus. Sedangkan Yahudi menganggap bahwa di kota itu terdapat kuburan Rahel yang dipercaya sebagai nenek moyang mereka.

Betlehem juga merupakan tempat bagi komunitas Kristen Palestina terbesar di Timur Tengah. Kota ini terletak sekitar 10 km di sebelah selatan Kota Al Quds (Yerussalem), dengan ketinggian sekitar 765 m (2.510 kaki) di atas permukaan laut.

Di Betlehem juga terdapat Universitas Bethlehem yang merupakan lembaga pendidikan besar milik Katolik Roma yang didirikan atas arahan Vatikan. (T/P04/P02)

Mi’raj News Agency(MINA)

Leave a Reply