RENCANA PENDETA BAKAR AL-QURAN DIGAGALKAN MUSLIM FLORIDA

Florida, 24 Jumadil Awwal 1434/5 April 2013 (MINA) – Rencana dan provokasi Terry Johns, seorang pendeta terkenal Amerika Serikat (AS) untuk membakar Al-Quran di kota Tampa, Florida, berhasil digagalkan komunitas Muslim setempat.

“Upaya pendeta jika tidak digagalkan dapat membentuk Islamophobia di kalangan masyarakat,” kata Hassan Shibly, Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam di kota Tampa, Florida, Kamis (4/4), seperti dilansir Onislam.

Pendeta Johns sebelumnya telah merencanakan untuk memindahkan jemaatnya dari Gainesville ke Tampa, Florida.

Pendeta kontroversial itu berkeyakinan bahwa dirinya akan berhasil untuk menyebarkan pesan anti-Islam di Florida.

“Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menguasai masa depan di sini, dan akan berusaha menggalang,” katanya. 

Tahun 2011, Jones yang juga kepala gereja di pinggiran Gainesville, AS, memicu kemarahan umat muslim di seluruh dunia dengan aksinya membakar Al-Quran.

Ia juga menulis buku Islam Adalah Setan dan menyebarkan baju t-shirt yang bertuliskan pesan provokasi Islamophobia.

“Kami akan mendapatkan untung dengan penjualan ini  dan akan menggunakan uang itu untuk memfasilitasi misi kami yang menyampaikan pesan kami tentang Islam radikal,” ujarnya.

Tahun 2012 lalu, Jones juga mengundang kemarahan umat muslim melalui promosi film buatan AS yang mengejek Nabi Muhammad.

Tidak Terpovokasi

Komunitas umat muslimdi kota Tampa, Florida, meskipun dapat menggagalkan rencana pendeta membakar Al-Quran. Namun, mereka tidak terpancing untuk membuat aksi kerusuhan mendatangi tempat pendeta.

“Dia bukan siapa-siapa, dia hanyalah seorang fanatik yang dibenci oleh pengikutnya,” kata Shibly.

Para tokoh muslim setempat berpendapat bahwa mengabaikan pendeta radikal itu adalah cara terbaik untuk melemahkan ajarannya. Menurut tokoh muslim, ajaran kebencian dan kefanatikan tersebut justru membuat masyarakat moderat menolaknya.

Dalam beberapa bulan terakhir, memang umat muslim AS, yang diperkirakan mencapai 7-8 juta warga merasakan permusuhan dari pihak-pihak yang tidak senang dengan perkembangan islam di sana. Umpamanya dengan gencarnya kampanye yang diluncurkan blogger Islamofobia Pamela Geller, dalam upaya menodai Islam.

Namun umat muslim AS tidak tinggal diam. Mereka bereaksi dengan membuat kampanye penjelasan tentang Islam yang sebenarnya dan pengertian Jihad.

Laporan terbaru Universitas Kalifornia Berkeley serta Pusat Ras dan Gender AS menyebutkan, upaya Islamofobia di AS memang terus meningkat akhir-akhir ini. Laporan ini diperkuat dengan adanya survei yang mengungkapkan mayoritas orang Amerika hanya tahu sedikit tentang Islam.

Sebuah jajak pendapat Gallup baru-baru ini telah menyimpulkan, 43 persen orang Amerika mengaku hanya tahu sedikit tentang Islam dan muslim.(T/P08/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply