GUANTANAMO CIPTAKAN AS PENGGANGGU GLOBAL

Teheran, 8 Jumadil Akhir 1434/18 April 2013 (MINA) – Pengamat politik asal San Francisco Mark Mason mengatakan, bahwa Amerika Serikat (AS) yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia di penjara Teluk Guantanamo, berarti sedang menciptakan dirinya sendiri sebagai sosok pengganggu global.

Menurutnya, sekarang terungkap berbagai pelanggaran hak asasi manusia terjadi di penjara Guantanamo, seperti menahan tahanan tanpa tuduhan dan memaksa makan tahanan yang mogok makan, katanya seperti dilaporkan Presss TV, Rabu (17/4).

Seperti dilaporkan, tahanan yang mogok makan diikat, sementara tabung dimasukkan secara paksa ke hidung dan kerongkongan mereka untuk memasukkan makanan.

Samir Naji al-Hasan Moqbel, seorang tahanan Guantanamo yang ikut mogok makan menggambarkan prosedur pemaksaan makan oleh staf penjara sangat menyakitkan dan merendahkan.

“Ada rasa sakit di dada, tenggorokan dan perut,” ungkap Moqbel, Senin (15/4).

Menurut Moqbel, ia ditahan di penjara militer AS yang terkenal itu selama 11 tahun tiga bulan, tanpa dikenakan tuduhan kejahatan apapun.

Hal tersebut menggambarkan kondisi tahanan benar-benar serius, menurut Mason.

“Tapi Amerika tidak mengakui hal itu,” katanya.

Mason mencatat, hanya enam dari 166 tahanan di penjara Guantanamo, yang telah didakwa dengan kejahatan. Ini kekejaman nyata terhadap para tahanan, papar Mason.

Pemogok makan Guantanamo berhenti makan untuk memprotes penahanan tak terbatas tanpa tuduhan. Mereka juga menuntut diakhirinya pencarian barang-barang pribadi di sel yang mengganggu mereka, seperti perampasan Al-Qur’an milik tahanan. (T/P09/R1).

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply