PENGAMAT POLITIK: WASHINGTON PROVOKASI KOREA BERTUJUAN KEPUNG CINA

 

 

 

Teheran, 23 Jumadil Awal 1434/4 April 20113 (MINA) – Pengamat politik  dan aktivis anti-perang di Amerika Serikat (AS) Richard Becker mengatakan AS melakukan upaya provokatif terhadap Korea Utara dengan tujuan utama mengepung Cina.

“Pejabat AS, administrasi Pentagon, dan elit di Amerika Serikat jelas melihat Cina sebagai pesaing  AS dalam jangka panjang,” kata Becker dari koalisi  anti-perang ANSWER dalam wawancara eksklusif dengan Press TV, Selasa (2/4).

“Jadi sekarang, mereka menargetkan Korea Utara, tetapi strategi keseluruhannya adalah salah satu dari (wilayah) sekitar Cina dan Korea terdapat pangkalan militer yang membentang dari Jepang ke Filipina, termasuk Taiwan serta penyebaran langsung pasukan angkatan laut dan udara AS ke seluruh wilayah,” jelasnya.

Pernyataan itu muncul di tengah laporan AS mengirimkan kapal penghancur rudal, USS Fitzgerald, ke pantai barat daya Semenanjung Korea, terkait kemungkinan peluncuran roket oleh Korea Selatan.

Pada akhir Maret, pesawat anti radar F-22 Raptors dikerahkan ke pangkalan Angkatan Udara utama AS di Korea Selatan, sebuah langkah Washington yang  digambarkan sebagai bagian dari komitmennya untuk “membela” negara Asia dalam menghadapi ancaman militer dari Korea Utara.

Di awal bulan ini, dua pesawat AS berkemampuan bom nuklir B-2 stealth, terbang keluar dari pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri dan menjatuhkan persenjataan di Korea Selatan.


“Di sini, di Amerika Serikat, apa yang kita dengar melalui media mainstream, media korporasi, semua tentang retorika yang berasal dari Korea Utara. Sebagaimana yang diterjemahkan, kita tidak benar-benar tahu, tetapi kita tahu pasti bahwa tindakan yang sangat provokatif berasal dari Amerika Serikat, “kata Becker.

“Ketika itu terjadi di sana, tentu saja Korea Utara telah hampir seluruh infrastrukturnya hancur. Tidak ada bangunan yang tersisa, ” katanya mengacu pada kemungkinan terjadinya serangan virtual B-2 oleh pesawat pembom siluman  dengan target Korea Utara.

Becker juga mengkritik sanksi baru PBB yang diberlakukan terhadap Pyongyang sebagai satu tindakan provokasi terhadap Republik Demokratik Rakyat Korea. Sanksi diberikan setelah uji coba nuklir Korea Utara bulan Februari dan menyebabkan eskalasi retorika Pyongyang terhadap Seoul dan Washington. (T/P09)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply