PENGELOLAAN SDA MAKMURKAN MASYARAKAT

Direktur Pusat Penelitian Energi dan Ekonomi, Tilak K. Doshi. Jakarta, 8 Jumadil Akhir 1434/17 April 2013 (MINA)

Jakarta, 8 Jumadil Akhir 1434/17 April 2013 (MINA) – Direktur Pusat Penelitian Energi dan Ekonomi, Tilak K. Doshi menyatakan bahwa jika sumber daya alam (SDA) dikelola dengan benar dan maksimal, maka rakyat pasti akan makmur dan sejahtera.

Hal itu diungkapkan dalam acara diskusi ekonomi terhadap kebijakan-kebijakan SDA (ASEAN Forum on Natural Resources Governance) menjelang dibentuknya kelompok kerja ekonomi negara-negara Asean (ASEAN Economic Community) di Jakarta, Rabu (17/4).

Kepada wartawan Mi’raj News Agency (MINA),  Doshi mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat di negara-negara Asia Tenggara adalah Muslim. Jadi peningkatan kesejahteraan dan kemakmurannya harus dipikirkan secara serius oleh pemerintah.

“Sumber daya alam, khususnya minyak, gas dan mineral adalah sektor yang sangat strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, dan pengelolaan SDA tersebut adalah kunci keberhasilan dalam menciptakan kemakmuran masyarakat,” kata peneliti asal Singapura itu.

Doshi juga mengatakan negara-negara ASEAN hendaknya bisa mencontoh negara-negara Timur Tengah yang berhasil mengelola SDA mereka sehingga kita bisa melihat rakyatnya merasakan kemakmuran dan kesejahteraan dari hasil alamnya itu.

“Kita bisa lihat Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan negara disekitarnya yang sukses dalam mengelola SDA minyak bumi mereka dengan maksimal sehingga rakyatnya merasakan kemakmuran dari SDA itu,” ujarnya.

Sementara itu, direktur eksekutif Institutefor essensial Service Reform (EISR) Faby Tumiwa mengatakan bahwa dalam mengelola SDA di suatu negara dibutuhkan tata kelola  (regulasi) yang baik dari pemerintah pusat maupun daerah agar terjalin hubunganyang baik antara pemerintah dan pengusaha.

“Dalam piagam ASEAN telah diamanatkan bahwa pengelolaan SDA harus dilakukan dengan regulasi yang baik (good governance) untuk mendukung terciptanya proses pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut hasil penelitian Doshi itu, mayoritas negara-negara ASEAN memiliki masalah yang sama, yaitu buruknya regulasi pengelolaan dari pemerintah, tidak singkronnya kebijakan pemerintah daerah dan pusat, sulitnya akses informasi, dan praktek korupsi yang merajalela di negara itu.

Sebelumnya, pada 6-9 April 1013 lalu, sebuah seminar masyarakat Asean (ASEAN People Forum) juga menyerukan hal kepada para pembuat kebijakan (pemerintah) untuk melakukan langkah konkrit dalam upaya pengelolaan SDA di negara-negara ASEAN yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

“Kami menyerukan kepada negara-negara ASEAN untuk dpat mengelola SDA dengan mengadopsi prinsip-prinsip pembangunan lingkungan, pembangunan manusia dan perlindungan HAM,” lansir Bruneidirect.com.

Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Philipina adalah negara-negara ASEAN dengan jumlah Muslimin yang besar yang kaya akan SDA berupa minyak, gas, dan mineral. Pemerintah negara-negara tersebut memiliki peran penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran Muslimin di Kawasan Asia Tenggara sehingga dapat membantu perjuangan muslimin di Palestina dan wilayah-wilayah lain yang masih tertindas. (L/P04/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply