EKONOM PAKISTAN KAGUMI PERBANKAN SYARIAH

Karachi, 24 Jumadil Awwal 1434/5 April 2013 (MINA) – Para ekonom Pakistan mengagumi pertumbuhan cepat perbankan syariah di negaranya.

Seorang pakar ekonomi berbasis di ibu kota Pakistan, Karachi, Muzzamil Aslam memprediksikan lonjakan terhadap pertumbuhan ekonomi terjadi di negara mayoritas muslim itu disebabkan potensi besar dalam sektor perbankan syariah.

“Dalam keadaan tertentu, ini pertumbuhan menakjubkan,” kata Aslam seperti dikutip OnIslam yang dipantau MINA.

Aslam mengatakan, keadaan tersebut bukan suatu pencapaian yang besar. Karena menurutnya, hal itu bukan karena bukan prestasi besar, melainkan pertumbuhan bisa jauh lebih tinggi jika potensi perbankan syariah sebenarnya dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam laporan Bank Negara Pakistan disebutkan, jumlah simpanan dari bank-bank Islam di Pakistan tumbuh sebesar 35 persen pada 2012 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Aset bank syariah juga meningkat sebesar 30 persen dalam lima tahun terakhir, dari aset sebelumnya sebesar 8,5 miliar dolar.

Pembiayaan di berbagai sektor oleh Bank Syariah juga telah melonjak hingga 14 persen tahun 2012.

Hingga kini, jumlah perbankan Islam di pakistan diperkirakan 7,6 triliun rupe (7,8 miliar dolar), yang berdiri 10 persen dari total modal besar dari sektor perbankan di negara itu.

Aslam berpendapat, karena investasi tumbuh di bank syariah, dan secara keseluruhan perbankan syariah meningkat di sektor perbankan.

“Menjadi seorang pakar ekonomi dan bankir, saya tahu mayoritas rakyat Pakistan tidak suka bunga perbankan,” katanya.

Karena itu, Aslam menambahkan untuk menghindari hal itu, mayoritas mereka mempertahankan giro di bank-bank komersial yang membentuk 40 persen dari total deposito bank-bank.

“Deposito tersebut (dalam bentuk giro) telah mengubah bank komersial Pakistan menjadi salah satu penerima tingkat keuntungan tertinggi.”

Bank Meezan merupakan bank Islam pertama di Pakistan, yang memulai opersinya pada 2003.

Pada 2004, Bank Negara mendirikan Departemen khusus Perbankan Syariah (IBD) dengan menggabungkan Divisi Departemen Riset Ekonomi Syari’ah dengan Divisi Departemen Kebijakan Perbankan Syariah.

Dewan Syariah juga ditunjuk pada 2004 untuk mengatur dan menyetujui pedoman industri perbankan syariah.

Pada tahun yang sama, pemerintah diberikan mandat untuk debut Sukuk (Obligasi) menawarkan internasional untuk 500 juta dolar.

Saat ini, enam bank syariah beroperasi di Pakistan dengan lebih dari satu juta pelanggan.

Bank Meezan merupakan bank terbesar dengan 250 cabang di 63 kota di seluruh negeri. Sebanyak 1079 cabang perbankan  Syari’ah yang dimiliki oleh kedua bank Islam dan komersial yang beroperasi di seluruh Pakistan.

Potensi Besar

Meskipun pertumbuhannya pesat, pakar ekonomi percaya potensi perbankan syariah di Pakistan belum dimanfaatkan.

“Pertumbuhan saat ini (dalam perbankan Islam) mengagumkan hanya dalam beberapa tahun yang lalu, total perbankan syariah, sebanyak 5 persen di sektor perbankan, dan sekarang dua kali lipat dalam waktu dua tahun,” Jabbar Khan, seorang analis ekonomi yang berbasis di Karachi.

Dia mengatakan jika bank syariah meningkatkan ukuran investasi modal mereka, mereka dapat menarik lebih banyak pelanggan dan lebih dari bank komersial.

Saat ini, lima bank komersial menikmati aset gabungan dari 70 persen di industri perbankan, mengambil keuntungan dari sistem giro.

Meskipun bank-bank juga telah memperkenalkan cabang perbankan syari’ah, mereka dibatasi ke kota-kota besar dan daerah perkotaan.

“Bank-bank komersial tidak hanya memiliki modal banyak, namun memilki jumlah cabang yang cukup banyak di seluruh negeri, terutama di daerah pedesaan, sejulah 70 persen dari Pakistan,” kata Aslam.

Aslam menambahkan, bank-bank komersial membuka cabang perbankan syariah di perkotaan untuk menghadapi bank-bank syariah.

“Perbankan konvensional sebenarnya kehilangan keuntungan dari giro jika dibandingkan dengan perbankan syariah, karena sistem perbankan syariah tidak hanya berdasarkan keuntungan saja tapi juga kerugian,” ujarnya.

Perbankan syariah Islam mendapat dukungan dari masyarakat dunia, mengingat di dalamnya terkandung ajaran larangan riba, larangan menerima atau membayar bunga pinjaman. Bank Islam juga mendapat respon positif masyarakat mengingat lembaga keuangan ini tidak menerima atau menyediakan dana untuk hal yang tidak mendapatkan manfaat seperti membiayai alkohol, perjudian, pornografi, tembakau, senjata, atau produksi makanan dari babi.

Bank-bank Islam telah terbukti sukses karena aturan yang melarang investasi dalam utang yang dijamin dan aset lainnya yang menyebabkan krisis keuangan.(T/P08/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply