PERDANA MENTERI AUSTRALIA TENTANG PERNIKAHAN GAY

Sydney, 10 Jumadil Akhir 1434/20 April 2013 (MINA) – Perdana Menteri Australia, Julia Gillard maupun Pemimpin Oposisi Katolik Tony Abbot yang diperkirakan berpeluang besar memenangkan pemilu pada bulan September, menentang pernikahan gay.

Gillard, berjanji tidak akan mengubah sikapnya mengenai pernikahan sesama jenis kendati Selandia Baru melegalkan pernikahan untuk kaum gay. Seperti yang dilansir radioaustralia.net dan dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Selandia Baru menjadi negara Asia Pasifik pertama yang melegalkan perkawinan sesama jenis setelah kampanye selama satu dasawarsa, dengan perbadingan suara 77 berbanding 44 di Parlemen.

September lalu, Parlemen Australia menolak pernikahan gay dengan perbandingan suara 98 berbanding 42. Gillard mengatakan, terobosan Selandia Baru tidak akan mengubah pendiriannya.

“Yang kita lakukan sebagai partai politik adalah kita telah memutuskan bahwa orang dapat mengemukakan pandangan mereka sendiri, hati nurani sendiri, pada waktu masalah ini muncul di Parlemen, dan memang hal itu muncul baru-baru ini, dan saya yakin akan muncul lagi di masa depan” tegas Gillard.

Gillard mengijinkan anggota-anggota Partai Buruh dalam Parlemen untuk menyelenggarakan pemungutan suara mengenai masalah ini – yang berati mereka bebas memberikan suara apa yang diinginkan menurut hati nurani mereka, tidak harus sejalan dengan garis partai – sedangkan Oposisi tidak. (T/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply