PERTEMPURAN MILITER NIGERIA DAN GERILYAWAN TEWASKAN RATUSAN WARGA

Baga, Nigeria, 13 Jumadil Akhir 1434/22 April 2013 (MINA) – Pejabat pemerintah Baga, Lawan Kole mengatakan, pertempuran antara militer Nigeria dengan gerakan perlawanan Islam Nigeria menewaskan sedikitnya 185 warga dalam masyarakat nelayan di ujung utara daerah timur.

”Pihak berwenang telah menemukan dan mengubur setidaknya 185 mayat pada Ahad sore Ahad (21/4),” kata Kole, kepada Gubernur negara bagian Borno, Kashim Shettima yang dikelilingi oleh penduduk desa yang masih ketakutan seperti dikutip Independent Online (IoL).

Pertempuran di Baga dimulai pada Jum’at (19/4) dan berlangsung selama berjam-jam, membuat orang-orang melarikan diri ke semak belukar kering sekitar masyarakat di Danau Chad. Pada Ahad, ketika para pejabat pemerintah merasa cukup aman, mereka melihat kehancuran rumah dan kendaraan  terbakar di seluruh daerah.

Serangan itu menandai eskalasi yang signifikan dalam gerakan perlawanan yang berlangsung lama di Nigeria Utara. Boko Haram menerapkan serangan terkoordinasi terhadap tentara menggunakan persenjataan militer berkelas.

Pejabat tidak bisa menjelaskan rincian berapa korban sipil, tentara atau gerilyawan. Mereka yang tewas dikuburkan secepatnya, menurut tradisi Muslim lokal.

“Banyak mayat telah terbakar dan tak bisa dikenali dalam kebakaran yang melalap seluruh bagian kota,” kata warga kepada sumber IoL.

Brigadir Jenderal Austin Edokpaye, pada kunjungan tersebut tidak membantah jumlah korban. Edokpaye mengatakan, Boko Haram menggunakan senapan mesin serbu dan roket granat dalam serangan tersebut.

Sementara itu, penduduk sekitar mengatakan, serangan gerilyawan Boko Haram dimulai setelah tentara mengepung sebuah masjid yang mereka yakini tempat anggota jaringan Boko Haram yang sebelumnya membunuh seorang perwira militer.

“Ketika kami kembali ke tempat kejadian, para gerilyawan  keluar dengan senjata berat, termasuk roket granat yang biasanya memiliki efek kebakaran,” kata warga.

Namun, warga setempat yang berbicara kepada seorang wartawan yang didampingi pejabat negara mengatakan bahwa tentara sengaja mengatur kebakaran selama serangan itu.

“Kekerasan pasukan keamanan di timur laut yang menargetkan sipil banyak didokumentasikan oleh wartawan dan aktivis hak asasi manusia,” katanya.

Sebuah serangan serupa di Maiduguri, ibukota negara bagian Borno, pada Oktober 2012 lalu, tentara membunuh sedikitnya 30 warga sipil dan menciptakan kebakaran di lingkungan setelah pejuang gerilyawan menewaskan seorang perwira militer.

Ahad sore (21/4), bangkai-bangkai sapi dan kambing yang terbakar masih memenuhi jalan-jalan di Baga. Warga kota yang ketakutan sudah mulai berkemas untuk mengungsi dengan anggota keluarga mereka yang tersisa sebelum malam tiba, meskipun Gubernur Shettima mencoba meyakinkan agar mereka tetap tinggal.

“Semua orang berada di semak-semak sejak Jum’at malam, kami mulai kembali ke kota karena gubernur datang ke kota hari ini,” kata Bashir Isa pemilik toko kelontong.

“Mendapatkan makanan untuk makan di kota sekarang menjadi masalah karena pasar pun dibakar. Kami masih menemukan mayat perempuan dan anak-anak di semak-semak dan sungai,” tambahnya.

Perlawanan gerakan Islam di Nigeria tumbuh dari kerusuhan 2009 yang dipimpin oleh anggota Boko Haram di Maiduguri yang berakhir dengan penumpasan militer dan polisi yang menewaskan sekitar 700 orang. Pemimpin kelompok Boko Haram meninggal dalam eksekusi di tahanan polisi.

Nama Boko Haram berarti “pendidikan Barat adalah penistaan”, merupakan bahasa Hausa dari Nigeria Utara. Boko Haram mengatakan pihaknya menginginkan anggotanya yang dipenjara dibebaskan dan menuntut Nigeria mengadopsi hukum Syariah di seluruh negara multietnis dengan penduduk lebih dari 160 juta orang itu.

Sementara pemerintahan Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan telah memulai sebuah komite sebagai ide menawarkan kesepakatan amnesti kepada gerilyawan Islam. Namun, pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau telah mengirimkan pesan menolak ide tersebut.

Pengamat dan diplomat mengatakan, jaringan Boko Haram yang memiliki hubungan kuat dengan dua kelompok al-Qaeda lainnya di Afrika telah pecah menjadi kelompok-kelompok lain juga. Struktur komando dan kontrol pada jaringan itu masih belum jelas.

Video internet baru-baru ini menampilkan Shekau dengan pejuang lainnya membawa senjata militer yang katanya dicuri dalam serangan terhadap militer Nigeria. Senjata itu termasuk roket granat dan senjata berat lainnya.

Para pejuang yang diduga kelompok Boko Haram juga telah terlihat di bagian utara Mali, di mana kelompok Islam bersenjata mengambil alih kekuasaan pada pekan-pekan setelah kudeta militer di sana.

Pengamat  juga menduga, Boko Haram mendapatkan senjata yang diselundupkan dari Libya setelah perang saudara baru-baru ini. (T/P09/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply