PERUBAHAN IKLIM INDONESIA BUTUH PERHATIAN

Foto: Rina MINA

Jakarta, 8 Jumadil Akhir 1434/18 April 2013 (MINA) – Tidak bisa dipungkiri Indonesia mengalami perubahan iklim drastis yang dalam penangannya membutuhkan kerjasama semua pihak, kata Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah di Jakarta (18/4).

Dinarsyah mengatakan kerjasama ini membutuhkan sebuah aksi nyata, bukan hanya formalitas program yang memakan dana banyak seperti yang selama ini ada.

“lebih baik kita punya dana sedikit namun program berjalan pasti dan terpadu daripada menggelontorkan dana banyak namun tidak memberikan manfaat yang signifikan,” kata Dinarsyah dalam pembukaan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Media Award 2013 di Jakarta, Kamis (18/4).

Serupa dengan hal itu, Deputi bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional,  Endah Murniningtyas, mengatakan untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak perubahan iklim dibutuhkan kerjasama dengan seluruh pihak termasuk tingkat universitas, kalangan perusahaan, LSM, masyarakat dan Media massa.

Dinarsyah yang juga menjabat sebagai Steering Committee ICCTF menegaskan sebenarnya Indonesia  masih dapat memelihara pertumbuhan ekonomi pada tingkat positif dan cukup tinggi selama ini yakni sebesar 6,23 persen.  “Tingkat kesejahteraan masyarakat dan lapangan kerja dapat kita jaga, itu capaian yang patut disyukuri,” kata Dinarsyah.

Namun, kendala teknis tentang perubahan iklim ini mengganggu mata pencaharian masyarakat, menurutnya, sebagai contoh real, sekarang petani tidak lagi mengetahui kapan waktu yang cocok untuk bertani, karena bisa tiba-tiba dalam satu waktu tanah mereka mengalami kekeringan panjang, namun ketika hujan turun lahan mereka pun kebanjiran berlebihan.

 Indonesia – dengan predikat sebagai negara maritim yang mayoritas mata pencaharian para penduduknya adalah nelayan dan para petani – jelas akan menjadi negara yang terkena dampak cukup besar dari fenomena perubahan iklim tersebut, kata Dinarsyah.

Acara Media Award ini diselenggarakan atas kerja sama antara ICCTF dengan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dan dihadiri oleh perwakilan jurnalis dari berbagai media. Pada sesi briefing media, ICCTF juga memaparkan ketentuan perlombaan karya jurnalis untuk Media Award 2013 yang bertema “ Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan terhadap Perubahan Iklim.“

Perlombaan ini sebagai salah satu apresiasi terhadap media yang perhatian akan perubahan iklim di Indonesia, kata Murniningtyas.

ICCTF merupakan sebuah lembaga yang peduli dalam permasalahan perubahan iklim yang tengah terjadi di Indonesia. Sebagaimana janji presiden untuk mengurangi emisi karbon di Indonesia, pemerintah memutuskan mendirikan ICCTF untuk mengumpulkan dan mengkoordinasikan dana dari berbagai sumber seperti donor dari internasional dan donor dari sektor swasta guna membiayai program kebijakan perubahan iklim di Indonesia.

Adapun tujuan utama dari ICCTF ini menurut Murniningtyas adalah untuk mencapai tujuan Pemerintah Indonesia dari pengurangan emisi karbon yang rendah dan ketahanan yang lebih besar terhadap perubahan iklim dan serta mengaktifkan Pemerintah Indonesia guna meningkatkan efektivitas dan dampak dari kepemimpinan dan manajemen dalam menangani hal-hal yang berkaitan dengan perubahan iklim. (L/P03/P07/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply