POLISI TEWAS DALAM LEDAKAN BUNUH DIRI DI IRAK

Tikrit, Irak, 20 Jumadil Awal 1434/2 April 2013 (MINA) – Seorang pembom bunuh diri meledakkan sebuah truk tangki di markas polisi di kota Tikrit, Irak menewaskan sembilan orang dan melukai 11 orang, kata polisi dan petugas medis.

Sebagian besar korban dalam serangan pada Senin pagi adalah polisi.

Pembom itu mendorong tanker di dalam kantor kompleks perumahan administrasi pemerintahan di pusat Tikrit, 150 kilometer sebelah utara Baghdad, ledakan meninggalkan kawah besar dan bangunan di dekatnya rusak parah.

Beberapa sumber awal melaporkan truk telah ditinggalkan di lokasi tersebut. Polisi di lokasi kejadian mengatakan penjaga kompleks tidak menduga tanker bahan bakar yang setiap pagi memberikan gas dan minyak ke kantor-kantor pemerintah akan meledak.

Selama beberapa tahun terakhir, Tikrit yang merupakan kota kelahiran Saddam Hussein, terus menjadi fokus bagi gerilyawan dan sarang kekerasan sektarian.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, namun gerilyawan Muslim Sunni telah meningkatkan upaya mereka untuk melemahkan pemerintah pimpinan Syiah Irak dan menyulut konflik antar-komunal tahun ini.

Di utara ibukota Tuz Khurmatu, orang-orang bersenjata melukai walikota dan dua pengawalnya, kata pejabat yang dilansir oleh Aljazera dipantau oleh Mi’raj News Agency (MINA).

Sehari sebelumnya bom meledak di dalam masjid di mayoritas Muslim Syiah Irak selatan pada Minggu (30/3), melukai enam warga sipil, kata polisi.

Bom meledak di kota Zubair, sekitar 25 km sebelah selatan dari pusat minyak Basra.

Meningkatkan Serangan

Sepuluh tahun setelah invasi AS yang menggulingkan Saddam Hussein, politik Irak masih bergejolak dan pejuang Sunni terkait dengan al-Qaeda yang meningkatkan serangan terhadap sasaran Syiah dan pasukan keamanan.

Serangan baru-baru ini datang bersamaan dengan pemilihan provinsi yang dijadwalkan pada 20 April, yang dijadwalkan akan digelar di 12 dari 18 provinsi Irak, jajak pendapat pertama di negara itu terjadi sejak pemilihan parlemen pada Maret 2010.

Kredibilitas pemungutan suara diragukan karena sebelumnya ditunda di dua provinsi yang dilanda protes dan 11 calon tewas, menurut penghitungan kantor berita AFP.

Sebelumnya pada tahun 2006 dan 2007, tingkat kekerasan tetap tinggi di Irak setidaknya 267 orang tewas dalam serangan bulan ini, angka tertinggi sejak Agustus 2012.(T/P08/R2).

Mi’raj News Agency (MINA) 

 

 

Leave a Reply