PRESIDEN CAR JANJI MUNDUR JIKA TIDAK DIPILIH

Bangui, 28 Jumadil Awal 1434/8 April 2013 (MINA) – Presiden Republik Afrika Tengah dari kubu koalisi Seleka, Michel Djotodia mengatakan, Ahad (7/4) di Bangui, ia akan mengundurkan diri jika tidak dipilih oleh dewan yang diciptakan untuk memilih presiden sementara, Al Jazeera melaporkan yang dipantau oleh Mi’raj News Agency (MINA).

“Djotodia mengatakan ia akan menerima keputusan dewan, walaupun berarti mundur dari jabatannya,” kata wartawan Al Jazeera Nazanine Moshiri, dari Bangui. “Dia (Djotodia) mengatakan dia ingin melegitimasi berdirinya pemerintah sementara di masyarakat internasional.”

Namun pernyataan itu tidak  menjelaskan seberapa cepat para anggota dewan akan memilih pemimpin transisi, meskipun proses seleksi telah dilakukan untuk memperkuat mandat Djotodia sebagai presiden, setelah ia mengambil alih negara dalam kudeta 24 Maret.

Waktu pemilu

Komentar Djotodia itu  diucapkan  sehari setelah ia mengeluarkan perintah presiden mendirikan sebuah dewan untuk memimpin pemerintahan transisi sampai pemilu dapat diselenggarakan dalam waktu 18 bulan.

Tapi Menteri Komunikasi Christophe Gazambetty mengatakan pengaturan pemilu baru memakan waktu hingga dua tahun.

“Kami memiliki masalah keamanan yang harus diselesaikan, ditambah orang-orang yang membutuhkan rumah sakit, sekolah dan air. Itu dasar minimum. Demokrasi bukan hanya tentang pergi ke kotak suara,” katanya kepada Al Jazeera.

Menurut laporan PBB, pelayanan dasar seperti air dan listrik telah terputus, sementara hanya ada dua rumah sakit yang bisa berfungsi di Bangui, menciptakan krisis kemanusiaan. Tapi Djotodia mengatakan  bahwa angka PBB itu tidak benar dan menyesatkan.

“Djotodia mengatakan ada unsur  yang menciptakan ketidakamanan, namun pasukannya melucuti mereka,” kata wartawan Moshiri . CAR telah dilanda serangkaian kudeta dan perlawanan sejak kemerdekaannya dari Perancis tahun 1960.

Negara ini kaya dengan berlian, emas dan uranium. Namun ketidakstabilan yang kronis dan kurangnya infrastruktur membuat banyak investor asing bekerja di negara tersebut. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply